motivasi

Prinsip Arung Jeram


Cuaca pagi di langit Desa Wisata Kelor tampak cerah. Satu, dua tetes embun dari daun Salacca domesticus sp. jatuh membasahi tanah yang memang telah basah oleh hujan semalam. Udara pagi yang sejuk membuat setiap helaan nafas membentuk gumpalan putih halus yang terasa hangat saat menyentuh kedua telapak tangan. Hari ini tanggal 6 Desember 2009, Upgrading IMAGRO 2009 hari kedua. Kita menamakannya hari kepemimpinan, karena di hari ini kita banyak belajar tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin. Sudut lancip matahari sudah terlihat membesar. Satu persatu anak berbaris mengambil tempat yang paling strategis sebelum mengikuti intruksi dari sang pemimpin pagi itu, pemimpin senam. Pagi ini kita mulai dengan sedikit pemanasan. Gerakan-gerakan aerodynamic sang pemimpin senam pun diikuti, setiap reflex dan maneuvernyamembuat udara segar pagi mengalir melewati rongga-rongga respirasi, meregangkan otot-otot yang kaku, serta menghangatkan suasana di tengah dinginnya pagi.

Tak kurang tiga jam pasca bangun pagi ini kita melaksanakan aktivitas outdoor, senam pagi, berkeliling di kebun Salacca domesticus sp., sambil sesekali berfoto dan bercanda kecil. Ya, semua ini semata-mata untuk mempersiapan diri agar lebih fresh sebelum memasuki materi utama, kepemimpinan. Kita memang harus mempersiapkan kondisi terbaik, karena kita adalah calon-calon pemimpin masa depan.

sumber : cdn.indonesia.travel/
arung jeram

Dalam kehidupan, kita tidak terlepas dari berbagai masalah yang terkadang membuat kita goyah. Apalagi ketika permasalahan yang menghampiri tersebut saling terkait dan melibatkan banyak pihak. Dalam situasi seperti ini kita memerlukan sebuah tim yang dapat bekerja sama dan bersinergi dalam menyelesaikan masalah tersebut. Akan tetapi permasalahannya akan bertambah rumit jika dalam tim ini kerja sama dan sinergi tidak dapat terwujud. Oleh karena itulah sosok pemimpin yang mampu mengelola tim sangat diperlukan.

Pemimpin bukanlah sekedar menjadi orang nomor satu di dalam suatu community. Pemimpin ialah teladan, pengayom, pengelola aspirasi, serta pemberi pelayanan terbaik bagi orang-orang yang dipimpinnya. Untuk mengelola suatu permasalahan dengan baik diperlukan seorang pemimpin yang mampu mengambil peran sebagai driver. Ibarat sebuah tim arung jeram, ada yang mengontrol di bagian kiri, ada yang di bagian kanan, ada yang di bagian belakang, dan ada yang di bagian depan perahu. Kesemuanya memiliki fungsi yang penting dan saling bersinergi menjaga keseimbangan perahu dalam mencapai tujuan akhir. Akan tetapi, tim ini tetap harus memiliki seorang driver sebagai panutannya. Driver atau pemimpin berperan sebagai pengelola aspirasi timnya, memadukan semua gagasan menjadi suatu keputusan yang paling baik bagi tim, serta selalu menjadi yang pertama kali menyemangati ketika ada permasalahan di dalam tim agar keseimbangan perahu tidak goyah. Seorang driver juga memiliki kewenangan sebagai pengambil keputusan yang paling tepat ketika perahu tesebut menghadapi keadaan kritis, misalnya ketika perahu tersebut akan menabrak batu yang besar, atau menghadapi air terjun. Memang, sangat diperlukan kesepakatan bersama di dalam tim untuk menentukan kemana arah yang sebaiknya dipilih untuk menghindari halangan maupun ancaman tersebut. Untuk itu, seorang driver berkewajiban memfasilitasinya, akan tetapi ketika sebuah kesepakatan itu tidak mencapai titik terang sedangkan di sisi lain ancaman semakin dekat, di sinilah keberanian dan integritas seorang driver dipertaruhkan, ia harus memutuskan kemana perahu tersebut akan diarahkan.

Begitulah fungsi seorang pemimpin, ia harus menjadi orang nomor satu yang paling mengerti kondisi timnya. Pandangannya seperti elang, karena ia berada di tempat tertinggi dan bisa mengamati setiap sudut cakrawala. Wawasannya seluas samudra, di dalamnya penuh harta karun ide-ide brilian. Sikapnya setegas ombak, berani menghantam karang bebatuan. Terlepas dari idealita, seorang pemimpin adalah juga bagian dari anggota timnya, hanya saja ia diberikan kepercayaan lebih. Untuk itu tetap harus ada support bagi dirinya baik berupa peningkatan kompetensi kepemimpinan melalui materi dan pelatihan, maupun dukungan dari tim agar kepemimpinan yang baik dan ideal dapat terwujud.

Kapan dan dimana pun kita harus siap menjadi seorang pemimpin, karena setiap manusia memang ditakdirkan terlahir sebagai seorang pemimpin. Tinggal sekarang bagaimana caranya menjadi pemimpin yang baik, ideal, dan memberi manfaat, mungkin salah satunya lewat belajar dari prinsip arung jeram. So, masih adakah keraguan untuk siap menjadi seorang pemimpin ?

-im-

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s