kab

…dan Jepang pun menginspirasi…


Sabtu Pagi di Jembatan A.2

Saat semua tengah sibuk dengan aktivitas akhir pekannya : berbelanja, mencuci pakaian, bersepeda, bersuka ria, sekelompok mahasiswa duduk rapi bersiap mendengarkan kuliah sabtu pagi. Akan tetapi kuliah yang ini beda, kuliah smart ala Smart Class KAB.


Ditemani semilir angin yang bertiup mesra, membelai dengan lembut wajah-wajah mahasiswa yang tetap tenang mendengarkan kuliah pagi ini. Kuliah apa gerangan yang membuat mereka begitu khusuk ? ayo coba tebak…? Great….. Di pagi yang terang ini kuliah diisi oleh seorang mahasiswa exchange program yang baru pulang dari Jepang. Bang AB Naro namanya…

Jepang memang negeri yang indah, itu yang dikisahkankan olehnya. Disiplinnya, profesionalitasnya, semangat kerjanya, budayanya sangat jauh berbeda dengan Indonesia. Jepang bisa dikatakan lebih rapi daripada Indonesia, bahkan sangat-sangat rapi. Semua telah tertata dengan baik dan telah membudaya di masyarakatnya.
Mempelajari budaya asing memang menjadi salah satu target exchange ini. Dari situ kita bisa membandingkan dan mengambil hal-hal baik yang ada di negeri orang untuk menginduksikannya di nusantara. Hal tersebut memang butuh perubahan besar, oleh karena itu mungkin inilah salah satu jalannya.

Menerawang Jepang

Negeri ini masih kokoh berdiri, kemandiriannya dan kemajuannya dalam bidang ilmu pengetahuan yang membuatnya menjadi sasaran utama mahasiswa-mahasiswa asing untuk menimba ilmu di sana. Negeri dengan luas wilayah tak lebih besar dari pulau Sumatera atau 378.000 km2 (Pulau Sumatera=4483.065 km2) ini perkembangan teknologinya jauh lebih maju melampaui raksasa dunia Amerika dan China.
Satu yang membuat Jepang menjadi sangat friendly adalah azzam mereka untuk tidak menonjolkan militer dan senjata dalam “memamerkan” kekuatan mereka. Dari buku M.H. Munif dikatakan bahwa sejak kalah dan berakhirnya Perang Dunia ke-II, Jepang telah bertekad tidak akan menjadikan kekuatan militer sebagai corong utama pembangunan negaranya. tapi Jepang lebih memilih mencari guru-guru untuk mendidik anak bangsanya sehingga menghasilkan teknolog-teknolog yang luar biasa yang saat ini dengan ilmu dan teknologinya jepang mampu menguasai dunia. Hal yang patut dicontoh di Indonesia untuk lebih memuliakan guru, karena guru merupakan tonggak utama pembangun peradaban.

Tak hanya sekesdar sosiologis, Jepang juga sangat indah dalam hal ekologis. Awal Musim semi ini lingkungan kotanya terlihat sangat bersih, sawah dengan padi organik tumbuh dengan suburnya, sungai tampak jernih, bunga-bunga bermekaran, burung-burung berkicau bersautan, seperti mengenang Indonesia di masa lampau. dan Jepang pun mampu menghadirkannya…


Cherry Blossoms alias bunga sakura, bunga endemik yang sangat fantastik. bunga ini hanya mekar maksimal selama 2 minggu di awal musim semi antara bulan April atau Mei setiap tahunnya.

Bunga sakura merupakan bunga nasional negara Jepang. Bunga cantik berwarna merah muda ini sering diidentikkan dan diumpamakan dengan keindahan wanita, begitu informasi tidak valid yang di dapat dari browsing-browsing di internet. (Aneh sekali ya… semoga menjadikannya benar-benar indah, tapi tak hanya 2 minggu saja .

Secara taksonomi sakura termasuk dalam famili Rosaceae. Jadi masih tergolong satu keluarga dengan mawar dan aprikot. Akan tetapi secara umum Sakura digolongkan ke dalam sub genus tersendiri yaitu sub genus Sakura.

Dalam tradisi jepang, terdapat suatu kegiatan bersama menyambut mekarnya bunga sakura. kegiatan ini bernama hanami (花見). Mekarnya bunga sakura merupakan tanda hadirnya kebahagiaan bagi orang Jepang. Mereka biasanya menyelenggarakan hanami dengan berkumpul bersama keluarga atau sahabat dekatnya bersama-sama dengan makan-makan di bawah pohon sakura.

Kembali ke Jembatan A.2

Daar… lama jauh menerawang ke negeri seberang, melupakan sejenak realita yang ada. Tapi bukankah mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia ? Wajah-wajah muda itu masih tampak berseri, cita mereka melambung tinggi mengangkasa melewati batas-batas asa. Saat sesi tanya jawab tiba, tak henti sobat-sobat muda ini bertanya tentang cara menggapai citanya.
Subhanallah... forum ini menjadi sangat hidup, fikiran dan harapan dengan mudahnya disampaikan, ide baru berkejaran dengan akal, memotivasi, menginspirasi.
Jembatan ini menjadi saksi semangat-semangat baru yang bangkit, penuh visi, penuh prestasi…

-im-
di atas jembatan A.2.
24 April 2010

One thought on “…dan Jepang pun menginspirasi…

  1. yaaa…
    yaaa….

    semangat keluar negeri jadi makin berlipat”!!!

    impian yang hampir pupus gara2 “gagal” jadi diplomat…

    so, let's prove it!!!
    petani pun juga bisa keluar negeri..
    m_m

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s