curhat

Membuatku Hingga Berdarah-darah


Suatu hari yang membuat heboh satu keluarga. Imam kecelakaan sepeda motor, kepalanya berdarah-darah, saat ini berada dirumah sakit dan memerlukan dana Rp. 12 Juta untuk operasi !”

Ceritanya berawal dari malam tanggal 6 Juni 2010, malam terakhir batas pengumpulan proposal kompetisi dana hibah. Malam itu merupakan malam yang sangat panjang. Ba’da isya aku beranjak dari kost Asmorodono 2A menuju masjid Al-Ikhlas Palagan, kostnya mas ATM. Aku pergi berdua bersama mas’ul proyek proposal kami, mas Danu. Tujuan kami malam itu ialah menjemput mas ATM untuk bersama-sama pergi ke rumah Prof. Gembong, dosen peternakan yang ahli tentang pupuk. Misi kami ialah ingin melobi beliau menjadi mitra pemasaran program kami nantinya.

Setelah tibanya di Al-Ikhlas, kami bertiga langsung cabut ke rumah Prof. Gembong di jalan godean, dekat mirota godean tepatnya. Di sana kami menunggu cukup lama karena Prof. Gembong sedang ada tamu. Tak kurang 30 menit kami menunggu akhirnya kami dapat juga berbincang dengan Prof. Gembong. Dua setengah jam kami lalui untuk berdiskusi mengenai pertanian organik, perikanan, pengelolaan air, dan all about dunia pertanian. Banyak sekali ilmu yang di dapat. Tidak terasa jam digital yang menempel di dinding telah menunjukkan pukul 22.00. setelah mendapatkan persetujuan dan kesepakatan kerjasama, kami mohon undur diri dari rumah beliau. Hati pun berbunga-bunga, proposal kami akhirnya finish. Tapi tunggu dulu waktu kami untuk mengirim proposal tinggal 2 jam sebelum jam 24.00.

Motor pun dipacu cepat menuju Al-Ikhlas untuk mengantar mas ATM pulang. Setelah itu kami berdua langsung menuju kost ku kembali untuk memfixkan proposal serta mencari scanner untuk mengcopy surat pernyataan kerjasama dengan Prof. Gembong tadi ke soft file. Satu per satu rental dan warnet dicari tapi tak jua ketemu.

Well, waktu telah menunjukkanpukul 11.00, akhirnya kami menemukan warnet berscanner di daerah Klebengan. Kami pun membagi tugas, Danu menunggui scan surat dan aku mengedit proposal yang akan dikirimkan.

Saat sedang asyik mengedit tiba-tiba ada seseorang yang meneleponku, seorang polisi katanya :
” Mas Imam, maaf mengganggu malam-malam, saya Pak Haryoko dari polsek. Begini mas imam, kami sedang melacak keberadaan seorang bandar shabu-shabu yang buron, tapi belakangan ini no telp yang kami lacak sering dialihkan ke no mas imam, untuk itu kami mohon mas imam untuk menonaktifkan sementara waktu telponnya agar kami dapat mudah melacak buron tersebut.” begitu ujar Pak Haryoko.

Oke pak ! ujarku yakin saja, karena pada saat itu pikirku mungkin dengan mematikan handphone bisa turut membantu polisi.

Pekerjaan pun di lanjutkan kembali dan,
Message Sent….. Akhirnya proposal kompetisi dana hibah berhasil dikirim.
Alhamdulilah, setelah perjuangan yang berdarah-darah, akhirnya malam ini kita bisa tertidur pulas.
___________________________________________________________________

kring… kring… pagi ini tumben adikku menelpon.
“kak, bapak mo ngomong …”
Hmm… sudah lama tak berbincang dengan bapak, dengan semangat kusambut suaranya. Bapak tiba-tiba menanyakan kondisiku, keadaanku, dan all about tentangku. Dia bercerita bahwa semalam ada seorang yang mengaku polisi menghubunginya dan mengatakan bahwa Imam kecelakaan sepeda motor, kepalanya berdarah-darah, saat ini berada dirumah sakit dan memerlukan dana Rp. 12 Juta untuk operasi.

Berita itu membuat sekeluarga was-was. Bapak pun segera menelponku malam itu juga, tapi ternyata hapeku mati (coz, disuruh mematikan hape sama yang ngaku pak polisi) . Bapak juga menelpon ke ibu kost, tapi ternyata imam juga tidak ada di kamarnya (karena sedang ngenet).Mama di rumah katanya ga’ bisa tidur semalaman, Adikku sampe bikin publikasi orang hilang di facebook, nyebar berita ke seluruh temannya di jogja. GUBRAKK…..
Subhanallah aku bikin sekeluarga heboh…!!

Kesalahan utamaku saat itu ialah, setelah satu jam aku tak menghidupkan lagi hapeku karena terlanjur tidur. Untungnya bapak tidak serta merta menuruti permintaan polisi gadungan itu, kalau dituruti bisa-bisa aku cuti kuliah 2 tahun deh...

Memang betul yang dikatakan Pak Haryoko si Polisi gadungan semalam. Imam memang berdarah-darah, tapi bukan karena kecelakaan melainkan karena pertolongan Allah dalam berjuang menyelesaikan proposal hibah bersama teman-teman.

Untunglah, di tengah semuanya tak bisa berbuat apa-apa Allah masih menjaga,
Subhanallah, Walhamdulillah, Walailahailallahuallahuakbar…

Berikut no telp Pak Haryoko (Polisi Gadungan) yang menghubungiku semalam 083898359222.
pesanku buat sobat semua, hati-hati dengan modus penipuan seperti yang sempat Imam alami, jangan langsung dituruti, kadang-kadang penyampaian si penipu bisa sangat meyakinkan (mungkin karena dia ikut training teknik presentasi). So, crosscek dulu kebenarannya dari berbagai sumber…

-im-

2 thoughts on “Membuatku Hingga Berdarah-darah

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s