event · motivasi

Kisah Seekor Monyet Kecil


Alkisah di suatu desa antah berantah, tinggallah seekor monyet kecil dengan ibunya.
Suatu hari saat tengah masuk musim panen kelapa, sang monyet kecil ingin sekali memanjat pohon kelapa yang paling tinggi di desanya. Sang ibu monyet melarangnya karena pohon yang tinggi itu bisa membuatnya jatuh. Apalagi saat ini angin sering bertiup kencang.

Sang monyet kecil menghiraukan perkataan ibunya dan tetap memanjat pohon kelapa tertinggi.

Sekelompok angin yang nakal tiba-tiba lewat dan melihat sang monyet kecil yang tengah memanjat pohon dan asyik memakan buah kelapa di atasnya. Angin-angin ini pun berdiskusi dan berencana untuk menjatuhkan si monyet kecil.

Puting Beliung : ” Bahorok, ayo kita kerjain monyet kecil itu, kita jatuhkan ia dari pohon, he..he…”

Bahorok : “Oke setuju, tapi siapa duluan yang akan menjatuhkannya ?”

Puyuh : “Kamu duluan aja bahorok ! kami siap menyusul di belakangmu.”

akhirnya mereka bertiga memutuskan menyerang si monyet kecil. Menyadari akan ada angin yang datang, sang monyet segera berpegangan erat di batang kelapa. Bahorok pun berhembus kencang… sssshhhhhhhuuuuuuuuuu. Sang monyet masih tetap berpegang erat. Angin Puyuh menyambar… Wuussshhhhhhhh…. buah-buah kelapa jatuh, tapi sang monyet kecil masih kuat berpegangan di puncak tertinggi. Angin Puting beliung datang dan menyambar dengan cepat… Wooosssssshhhhhyyy…………. tangan si monyet terlepas, tapi kakinya masih terkait erat di batang kelapa.

Akhirnya ketiga angin menyerah, sang monyet kecil sangat susah di kalahkan…. mereka pun pergi dengan tertunduk kalah. Setelah ketiga angin pergi sang monyet kecil merayakan kemenangannya, ia memakan buah-buah kelapa yang masih tersisa sampai habis dan kekenyangan.

Saat tengah asyik beristirahat, tiba-tiba datang sekelompok angin kecil yang lewat di depan pohon itu. Namanya angin sepoi-sepoi, mereka baru saja pulang sekolah. Karena asyik berbincang, mereka tidak sadar kalau mereka melewati sebuah pohon kelapa yang ada seekor monyet di atasnya. Karena usapan yang lembut dari angin sepoi-sepoi yang lewat ini sang monyet kecil mengantuk, apalagi ada angin sepoi-sepoi yang melewati tepat di ubun-ubunnya… ccsssss…..

seketika ia terlelap dan tanpa sadar pegangannya terlepas dari pohon kelapa itu dan ia pun terjatuh.. GUBRAAAK…..

Seperti itulah jalan ini sobat… mimpi-mimpi kita pasti akan berusaha kita raih setinggi-tingginya. Halangan dan hantaman sekuat apapun kita kuat dan tahan menghadapinya, akan tetapi seringkali kita terlena ketika kenyamanan datang, padahal ialah yang justru mampu menjatuhkan kita…

sekarang tinggal pilih, mau jadi monyet atau manusia ? atau menjadi manusia yang seperti monyet di atas ? semoga kita dapat memilih dengan bijak. wallahua’lam bisawwab.

(source from tausiyah K.H. Rahmat Abdullah)
dengan sedikit modifikasi tanpa menghilangkan esensi

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s