berita

Triangular Peran Mahasiswa untuk Kontribusi Bangsa


”Merdeka… Merdeka.. ! telah 65 tahun Indonesia merdeka. Mari renungkan, sudahkah saya memberikan kontribusi nyata untuk bangsa ini ? Jika belum maka persiapkan dan berbuatlah !”

Kalau kita menilik sejarah kemerdekaan Indonesia, proklamasi dapat segera terlaksana berkat adanya peran dari kaum muda terpelajar saat itu. Saat reformasi pun gerakan kaum muda ini juga yang akhirnya mampu menggulingkan rezim pemerintahan yang semena-mena. Kaum muda ini tak lain adalah mahasiswa.

Mahasiswa senantiasa berbeda warnanya dari waktu ke waktu. Pada masa awal kemerdekaan, mahasiswa memiliki tipikal yang sangat aktif dan reaktif, semangatnya menggebu-gebu karena pada saat itu negara benar-benar membutuhkan keseimbangan terhadap pemerintahan yang masih baru. Tak jarang kuliah seringkali terabaikan karena saking pedulinya memikirkan persoalan bangsa.

Memasuki abad millenium, warna mahasiswa pun turut berubah. Sistem perkuliahan di perguruan tinggi yang kian padat menuntut mahasiswa menjadi fokus terhadap aktivitas akademiknya tersebut, disisi lain kepekaan sosial mahasiswa menjadi berkurang. Akibatnya orientasi yang terbentuk sangat pragmatis, sekedar untuk segera lulus, mendapatkan ijazah dan melamar pekerjaan. Ini memang baru asumsi. Akan tetapi, jika mahasiswa tidak mempersiapkan diri dengan optimal dan hanya mengikuti alur yang ada, maka mahasiswa masa kini harus bersiap menjadi pengguran intelektual yang kalah dalam persaingan global.

Saat ini yang dibutuhkan di dunia global ialah mahasiswa yang luar biasa dan serba bisa, bukan hanya mahasiswa yang hanya rajin aksi (organisatoris), atau hanya rajin belajar saja (study oriented) saja, tapi rajin dikedua bidang tersebut. Plus memiliki kemantapan dalam ruhiahnya, tanggung jawab moral yang tinggi, kemampuan dalam enterpreneur, serta kepekaan dalam melihat permasalahan sosial.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah mahasiswa di Indonesia tak lebih dari 2 % dari total penduduk Indonesia, yakni sekitar 440.000 orang. Jumlah ini sangat sedikit untuk negara dengan 13.000 lebih pulau yang terpisahkan oleh perairan. Jumlah yang tak banyak inilah yang nantinya 10 atau 15 tahun lagi diharapkan mampu mengelola Indonesia.

Sebagai kader muda yang diharapkan mampu mengelola bangsa ini ke depan, mahasiswa dituntut untuk memainkan triangular peran yang dimilikinya, yaitu sebagai iron stock, agen of change, dan moral force. Atau secara sederhana, Untuk mewujudkan hal itu, menjadi mahasiswa tidak bisa hanya sekedar kuliah dan memenuhi SKS, tapi perlu ada suatu upaya dari seorang mahasiswa untuk meng-upgrade setiap potensi dan kompetensinya agar mampu memberikan kontribusi lebih bagi bangsa ini.

Mahasiswa berperan sebagai agen penggerak perubahan dengan cara mengutarakan hasil pemikirannya kepada pengampu kebijakan serta bergerak langsung sesuai dengan kepakarannya untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat. Sebagai moral force mahasiswa mampu menjaga norma-norma yang ada di lingkungan sehingga mahasiswa dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat. Sebagai iron stock mahasiswa merupakan modal besar SDM strategis masa depan karena merupakan intelektual berwawasan sosial yang mampu memajukan ilmu pengetahuan. Secara singkat triangular peran mahasiswa tersebut terangkum dalam suatu visi besar Mahasiswa sebagai agen perubah yang memiliki kekuatan moral dan siap menjadi SDM strategis masa depan.

Sebagai mahasiswa kita harus mampu memberikan kontribusi yang lebih dibandingkan dengan yang tidak berkesempatan menjadi mahasiswa. Kita harus berusaha untuk menjadi mahasiswa yang mampu mencetak sejarah. Seperti Bung Karno, mahasiswa yang akhirnya menjadi presiden pertama NKRI. Atau seperti Prof. Habibie penemu sistem aerodinamis pesawat terbang yang semasa kuliahnya ternyata bukan hanya study oriented, tetapi juga aktivis yang cakap. Atau seperti Danang Ambar Prabowo, Mahasiswa berprestasi nasional 2007, sang pembuat jejak yang lebih dari 100 mimpinya tercapai semua. Atau seperti Abdullah Khairul Azzam, mahasiswa entrepreneur yang mampu mengambil hati seluruh warga Indonesia di Mesir dengan tempe buatannya, dan setelah lulus pun ia berkontribusi besar bagi kampung halamannya.

Jadi seperti apapun dan siapapun, itu adalah pilihan. Yang terpenting triangular peran mahasiswa harus benar-benar diaplikasikan dalam kehidupan seorang mahasiswa. Gelar mahasiswa jangan hanya menjadi kebanggaan, tapi bentuklah agar menjadi panutan.

Semaikan dalam dirimu hai mahasiswa : ”Sekaranglah saatnya saya akan berkontribusi untuk bangsa…!”

Imam Wibisono

Pemuliaan Tanaman ’07

Ketua Klinik Agro Mina Bahari

Fakultas Pertanian 2010

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s