berita · curhat

Ai…


Ini adalah hari yang klimaks, 6 November 2010, saat terdengar kabar bahwa kampus UGM diliburkan. maka ada yang bertahan dan ada yang tersingkir.
Beberapa teman kontrakan yang bertahan di jogja segera berangkat ke Muntilan untuk membantu… sedangkan aku, mungkin termasuk yang tersingkir… aku disuruh ke Jakarta oleh orang tuaku untuk mengungsi karena tebalnya debu bisa mengancam asmaku kambuh…

Dengan berat, siang ini dengan menaiki Bus Ramayana seri F1 ditemani derasnya hujan aku berangkat ke Jakarta, melewati Muntilan yang luluh lantah diterjang badai pasir. Semua vegetasi mati, pohon bambu, kelapa, beringin, dan pohon-pohon besar lainnya mereka tumbang dan layu. Hanya beberapa tanaman padi yang terlihat masih berdiri tegak. Di sebuah balai desa terlihat seorang relawan dengan baju pandu keadilan sedang menyeruput teh hangat, dengan memakai topi hitam yang kotor berdebu ia terlihat beristirahat sejenak setelah membantu pengungsi.

Bus terus melaju dan melewati jalanan yang kian sepi. yang tampak hanya pengendara mobil dan sepeda motor yang bermasker dan memakai kaca mata hitam tebal-tebal. kota muntilan seperti kota hantu, debu setebal papan stick paddle pop tampak atas menyelimuti seluruh bumi. tak ada satupun rumah atau toko yang buka. lampu mati total termasuk lampu jalan…

bus masih terus melaju hingga memasuki kota magelang… di sini debu mulai surut, vegetasi hijau kembali tampak, seiring senja yang menghampiri mataku terlelap dengan membawa berbagai fikiran da perasaan untuk yogyakarta….

One thought on “Ai…

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s