curhat · event · motivasi

Curcol Jilid 1


Learning by doing… itu kata mutiara yang hari ini kembali muncul. Semoga kata itu juga yang akan muncul di setiap hari di sepanjang hidup kita. Sob… hari ini si daun dapat pengalaman berharga, mahal banget harganya, bisa ber jut-jut-jut bahkan ber M- M. dan sobat ga’ bakal dapetin ini kecuali ikut sama daun dari tadi pagi sampe sore. But akan daun bagi pengalaman daun Gratis tanpa syarat dan ketentuan bagi pembaca setia selembardaunungu. Makanya stay tune terus di http:// imamwibi.blogspot.com, selembardaunungu, make different thinks, make different feels. Kayak radio aja, he..he..he..he…. he..he..he..he.. (dengan gaya ketawa spogebob).

Sobat, hari ini si daun ikut training luar biasa di suatu tempat rahasia di Jl.Magelang. Ayo coba tebak, training apa itu ? Kembali, si daun dipertemukan dengan orang-orang yang super dan luar biasa. Orang-orang yang bikin daun diam dan manggut-manggut terpana menyaksikan dan mendengarkan apa yang mereka sampaikan. Fantastis, Luar Biasa, Antusias, Mental Baja, Is the Best, Oke, Jus…jus…jus…, A yess, Allahu Akbar !!!

Hari ini daun kembali mengulas tentang apa itu makna Tarbiyah, Proses pendidikan yang terus menerus, tak kenal lelah, sepanjang hayat, tanpa henti hingga waktu berhenti. Waaw… Pendidikan apa itu… ? keren bener. Hmm…. masa’ pada ga’ tau sih… ? pendidikan itu tuh yang bahasa arabnya tarbiyah. Pendidikan yang gunanya untuk menjadi manusia yang seutuhnya, bukan menjadi malaikat apalagi menjadi jin dan sejenisnya. Menjadi manusia yang mengenal siapa dirinya, tujuan hidupnya dan mengoptimalkan segenap potensinya untuk memberi manfaat.

Secara harfiah tarbiyah dimaknai sebagai ”proses yang ideal bagi diri manusia dalam berinteraksi sesuai dengan fitrahnya”. Hal inilah yang telah diajarkan oleh Rasulullah Salallahu Alaihi Wassallam.

Manusia itu punya 3 komponen mendasar dalam dirinya. Akal, Jiwa, dan Raga. Ketiga komponen ini punya tipikal masing-masing dan disetiap orang kondisinya pasti berbeda-beda. Antara si daun dan sobat pasti kondisi komponennya juga berbeda-beda. Mungkin saat ini kondisi akal daun sedang cemerlang, jiwa daun sedang nyaman, dan raga daun sedang bugar karena banyak fotosintesis (he..he… sungguh terlalu hiperbolis). Tapi di lain sisi mungkin ada sobat kita yang hatinya sedang sedih, gundah, galau, jiwanya terasa kering, dan mungkin ada juga yang akalnya sedang bermasalah, raganya sedang sakit, kurang bersemangat. Maka disinilah tarbiyah berperan sebagai pembangkit, penggerak, menyesuaikannya dengan kondisi akal, jiwa, dan raga setiap manusia.

Dalam proses tarbiyah kita belajar men-CoPas (copy paste) kepribadian Rasulullah ke dalam pribadi kita dan pribadi generasi masa kini, sehingga Al Quran dan As Sunah itu terpelihara dan menjadikannya sebagai habbits dalam kehidupan kita.

Kalo kata Ustadz Lilik Riza (I’m sorry good bye bang)…

”Kunci untuk memahami sunnatullah itu ialah bagaimana cara kita menilai kehidupan. Bagaimana cara kita berfikir, merasa, bertindak, bersikap, dan bagaimana cara kita mengkomunikasikannya.”

Eits, mumpung belum lupa, salah satu tujuan mentarbiyah diri kita ialah untuk membentuk Generasi Rabbani sebelum akhirnya terbentuk Masyarakat Madani dan Ustadziatul Alam. Waw..waw..waw… Apa itu generasi rabbani ? kalo kata ustadz gue, ”Generasi yang mempelajari, menerapkan, serta mengajarkan Al kitab dan As Sunah.” Coba deh sobat renungkan, jika setiap kita dan pemuda-pemuda di kampung kita, semua menjadi bagian dari Generasi Rabbani. Apa yang akan terjadi dengan kampung kita 5 tahun mendatang ? lalu meningkat lagi, apa yang terjadi dengan negara kita 10 tahun mendatang ? Wallahua’lam… Insyaallah masyarakat madani akan terbangun dengan sendirinya. Dan Islam sebagai Ustadziatul Alam atau soko guru peradaban menjadi sebuah keniscayaan.

Well, back to laptop, daun jadi kembali termenung menelusur ke belakang. Jauh saat si daun baru belajar nulis di blog alias baru mengenal ”kampus biru” ini sampai sekarang. Sudah apa saja yang daun peroleh dari ”pendidikan” ini. Yang ingin daun katakan sekali lagi Fantastis, Luar Biasa, Antusias, Mental Baja, Is the Best, Oke, Jus…jus…jus…, A Yess, Allahu Akbar, banyak sekali… mulai dari indahnya rasa ukhuwah, kefahaman, kepribadian, sampai berbagai prestasi yang mungkin tak cukup untuk dituliskan. seperti Danang Sang Pembuat Jejak dari IPB yang mampu mengoptimalkan segenap potensinya bersama tarbiyah untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. (film documenter sang pembuat jejak). Daun pun ingin seperti itu. Meskipun sebentar lagi akan hengkang dari kampus biru ini, si daun pun masih ingin merangkai dan menggapai mimpi-mimpinya.

” Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ? ” (QS Ar Rahman 55: 55)

Tapi ini belum selesai sobat, langkah ini tak hanya berhenti disini. Masih banyak yang harus digali. Ilmu ini bahkan lebih luas dari langit dan bumi. Tsaqofah, dan Kafaah Islamiah masih sangat luas untuk dipelajari, difahami, dan diamalkan.

Lewat tarbiyah yuk kita bersama menjadi Generasi Rabbani, pendidikan sepanjang hayat

Oke lah sobat selamat berfastabiqul khairat. dan INGA’… INGA’ ting !! jangan mudah percaya dengan ”hasutan” ini sebelum dilakukan research mendalam ya… ^_^

-im-

2 thoughts on “Curcol Jilid 1

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s