berita · event

Potensi Bambu sebagai Sepeda


Tanaman bambu ialah tanaman yang tergolong keluarga Gramineae (rumput-rumputan) atau disebut juga Hiant grass (rumput raksasa). Tanaman bambu tumbuh berumpun yang terdiri dari sejumlah batang yang tumbuh bertahap dari mulai rebung, batang muda, dan tanaman dewasa. Sebagai jenis tanaman rumput-rumputan, bambu tumbuh menggunakan rimpang batang yang mengandung ruas dan mata cabang sehingga dapat menghasilkan batang baru atau rebung untuk tingkat pertumbuhan selanjutnya. Setiap rumpun menghasilkan 8-14 batang setiap tahun, sekitar 2-3 bulan rebung mencapai pertumbuhan dewasa, dan 3 bulan kemudian batang mencapai tinggi maksimum.

Dalam kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia bambu memegang peranan yang sangat penting. Bahan bambu dikenal oleh masyarakat memiliki sifat-sifat yang baik untuk dimanfaatkan antara lain : batangnya kuat, lurus, rata, keras, mudah dibelah, mudah dibentuk, dan mudah dikerjakan serta mudah diangkut. Selain itu bambu juga relatif murah dibanding bahan bangunan lain karena banyak ditemukan di sekitar pemukiman pedesaan. Bambu menjadi tanaman serba guna bagi masyarakat pedesaan.

Tanaman bambu di Indonesia ditemukan mulai dari dataran rendah sampai pegunungan. Pada umumnya ditemukan di tempat-tempat terbuka dan daerahnya bebas dari genangan air. Tanaman bambu hidup merumpun, mempunyai ruas dan buku. Pada setiap ruas tumbuh cabang-cabang yang berukuran jauh lebih kecil dibandingkan dengan buluhnya sendiri. Pada ruas-ruas ini tumbuh akar-akar sehingga pada bambu dimungkinkan untuk memperbanyak tanaman dari potongan-potongan ruasnya, disamping tunas-tunas rumpunnya.

Keunggulan-keunggulan tanaman bambu dibandingkan tanaman industri lainnya ialah (1) Bambu mudah ditanam dan tidak memerlukan pemeliharaan secara khusus. Untuk melakukan budidaya bambu, tidak diperlukan investasi yang besar, setelah tanaman sudah mantap, hasilnya dapat diperoleh secara menerus tanpa menanam lagi. Budidaya bambu dapat dilakukan sembarang orang, dengan peralatan sederhana dan tidak memerlukan bekal pengetahuan yang tinggi. (2) Pada masa pertumbuhan, bambu tertentu dapat tumbuh vertikal 5 cm per jam, atau 120 cm per hari. Bambu dapat dimanfaatkan dalam banyak hal. Berbeda dengan pohon kayu hutan yang baru siap ditebang dengan kualitas baik setelah berumur 40-50 tahun, maka bambu dengan kualitas baik dapat diperoleh pada umur 3-5 tahun. (3) Tanaman bambu mempunyai ketahanan yang luar biasa. Rumpun bambu yang telah dibakar, masih dapat tumbuh lagi, bahkan pada saat Hiroshima dijatuhi bom atom sampai rata dengan tanah, bambu adalah satu-satunya jenis tanaman yang masih dapat bertahan hidup. (4) Bambu mempunyai kekuatan cukup tinggi, kuat tariknya dapat dipersaingkan dengan baja. sekalipun demikian kekuatan bambu yang tinggi ini belum dimanfaatkan dengan baik karena biasanya batang-batang struktur bambu dirangkaikan dengan pasak atau tali yang kekuatannya rendah (5) Bambu berbentuk pipa sehingga momen kelembabannya tinggi, oleh karena itu bambu cukup baik untuk memikul momen lentur. Ditambah dengan sifat bambu yang elastis, struktur bambu mempunyai ketahan yang tinggi baik terhadap angin maupun gempa.

Di Indonesia dewasa ini, bambu sebagian besar dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan furnitur. Begitu pula di Yogyakarta yang merupakan kota budaya, sentra industri bambu banyak kita jumpai dengan ragam erajinan bambu interior maupun kerajinan bambu hiasnya.. Sayangnya, pasca erupsi merapi 2010 industri bambu ini sempat lesu, untuk itu perlu ada inovasi untuk kembali menarik minat konsumen terhadap kerajinan bambu. Berdasarkan keunggulan yang dimiliki oleh bambu itu pula, penulis berinisiatif untuk mengkombinasikan antara kerajinan dan budaya masyarakat DI Yogyakarta yang khas dalam bentuk Sepeda Bambu Yogya (SBY).

Sepeda bambu pertama kali dirakit di Ghana, Afrika tahun 1986 atas kerjasama seorang pengusaha bernama Craig Calfee dengan Columbia University. Penduduk asli di sana menggunakan sepeda untuk alat transportasi dan untuk mendapatkan sepeda penduduk di Ghana harus impor dari Eropa dan harganya sangat mahal. Melihat hal itu, Calfee bersama tim merancang riset untuk membuat sepeda mandiri menggunakan bambu. Di sana, sepeda bambu diharapkan dapat mendukung aktifitas perekonomian masyarakat yang pada saat itu.

Di Indonesia industri sepeda bambu belum pernah ada. Akan tetapi melihat potensi bambu yang melimpah di Indonesia, peluang untuk membangun industri ini terbuka lebar. Sepeda bambu adalah sepeda yang ramah lingkungan. Selain materialnya relatif murah, mudah didapat, dan mudah didaur ulang, proses pembuatannya pun tidak menimbulkan carbon trace yang tinggi seperti pembuatan sepeda biasa. Seiring dengan pembatasan carbon untuk mencegah pemanasan global, sepeda bambu dapat menjadi solusi untuk menggalakkan budaya ramah lingkungan.

3 thoughts on “Potensi Bambu sebagai Sepeda

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s