berita · motivasi

Ustadz Sabun dari Ujung Timur Indonesia (2)


Setelah menyelesaikan pendidikannya dan menjadi sarjana ekonomi, Fadhlan segera kembali ke Nuu Waar (Papua ) dan mulai merintis usaha, Fadhlan sama sekali tidak berniat untuk mendaftar PNS, tetapi entah kenapa ia malah ditawari untuk menjadi seorang pengelola strategis di salah satu dinas yang ada di Papua.

Kiprah Fadhlan di PNS tidak berlangsung lama. Suatu ketika ia mendapat proyek besar yang nilainya mencapai 500 juta rupiah. Akan tetapi, proyek ini tidak berjalan mulus. Sang pimpinan menekan Fadhlan agar menaikkan anggaran menjadi dua kali lipatnya sebelum proyek tersebut diajukan. Mengetahui hal itu Fadhlan menolak karena itu merupakan suatu penipuan. Akhirnya karna sang pimpinan bersikukuh, Fadhlan mengalah dan mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai PNS dan memutuskan untuk kembali berwirausaha dan menetap sebagai seorang takmir Masjid.

Menjalani pekerjaan barunya sebagai pegawai Rasulullah (begitu ia menyebutnya), Fadhlan senantiasa berkunjung dari satu rumah ke rumah lainnya untuk sekedar bersilaturahmi. Suatu ketika Fadhlan yang kini telah dipanggil ustadz bersilaturahmi ke rumah salah seorang pendeta yang tidak jauh dari masjid tempat tinggalnya. Akan tetapi sang pendeta menolak untuk bertemu dengan Fadhlan. Setiap Fadhlan datang, sang pendeta selalu menyuruh anaknya untuk mengatakan bahwa ia sedang tidak ada di rumah. Fadhlan tidak putusa asa, setiap hari ia mengunjungi rumah sang pendeta meskipun selalu mendapat jawaban yang sama. Tiga bulan berlalu dan anak sang pendeta selalu mengatakan bahwa bapaknya tidak ada di rumah tetapi Fadhlan tetap istiqomah mengunjungi. Akhirnya, pada hari ketiga di bulan itu saat Fadhlan berkunjung terdengar jawaban yang berbeda dari sang anak. “Bapak sedang ke rumah sakit.” ujarnya.

“Alhamdulillah…” Fadhlan bersyukur akhirnya Allah memberikan kesempatan untuknya bertemu dengan sang pendeta di rumah sakit. Maka berangkatlah Fadhlan dengan membawa buah tangan untuk sang pendeta. Di rumah sakit sang pendeta bertanya kenapa Fadhlan mengunjunginya setiap hari, sang pendeta sangat takut berurusan dengan Islam. Fadhlan menjawab dengan tersenyum bahwa tujuannya datang ialah sekedar untuk silaturahmi karena ia merupakan warga baru di sana, prasangka buruk pak pendeta lah yang membuat ia sendiri terbebani dan akhirnya sakit. Setelah mendengar penjelasan dari Fadhlan yang halus dan tak menghakimi mereka pun menjadi akrab. Fadhlan senantiasa berkunjung dan membantu merawat sang pendeta hingga ia sembuh.

Alhamdulillah, berkat rahmat Allah, hidayah akhirnya datang kepada sang pendeta. setelah sembuh dan pulang dari rumah sakit. sang pendeta menyatakan diri untuk masuk Islam tanpa paksaan. Ia bersama keluarganya akhirnya melafadzkan dua kalimat syahadat disaksikan oleh ustadz Fadhlan dan kini ia tak lagi dipanggil pak pendeta…

-to be continue..-

One thought on “Ustadz Sabun dari Ujung Timur Indonesia (2)

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s