berita

Pacitan Perintis OVOP (One Village One Product) Indonesia


PACITAN: Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan memuji keberanian Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, karena menjadi kabupaten pertama di Indonesia meluncurkan secara resmi program One Village One Product (OVOP).
Sjarifuddin Hasan mengatakan itu pada acara peresmian launching pengembangan produk unggulan batik dari Kabupaten Pacitan yang dilakukan dengan pendekatan OVOP di Pendopo Kabupaten, Pacitan, Jawa Timur.
OVOP merupakan pendekatan program pengembangan produk unggulan daerah serta meningkatkan nilai tambah produk dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam wadah koperasi dan UKM (KUMKM).
“Selain menjadi kabupaten pertama yang meluncurkan program OVOP, daerah ini ternyata memiliki produk yang berpotensi untuk dikembangkan. Peresmian oleh Menteri juga baru kali ini dilakukan,” kata Sjarifuddin Hasan dihadapan masyarakat gerakan koperasi Pacitan.
Beliau optimistis, dengan mengoptimalkan batik dari Pacitan, maka komoditas itu akan dikenal secara nasional. Dan Kementerian Koperasi dan UKIM siap melakukan fasilitasi pemasaran dan promosi di UKM Gallery, Jakarta.
Khusus bagi masyarakat Pacitan, harus mengimbanginya dengan kecintaan terhadap produk itu sendiri. Jika perlu, dia mengimbau seluruh orang yang telah berpenghasilan, supaya menggunakan baju batik minimal 20 hari dalam sebulan. Demean demikian, batik dari pacitan makin mudah mencapai sasaran pemasaran.
Batik yang terkenal dari pacitan adalah batik lorok, dan merupakan produk asli UMKM dari dusun Lorok, Kecamatan Nagdirojo. Keunggulan batik tulis lorok adalah pewarnaannya yang menggunakan bahan alami dari akar-akaran dan kulit pohon lokal. Warna alami ini menjadi daya tarik bagi buyer asing.
Pada kesempatan tersebut Menteri Koperasi dan UKM berkenan menyerahkan bantuan pengadaan sarana peralatan produksi batik tulis kepada Koperaasi Wanita Batik Puri. Selain itu menyerahkanbantuan permodalan kepada Koperasi Maju Lancar Malika.
I Wayan Dipta, Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya KUMK, menjelaskan, produk batik tulis lorok dari Pacitan memang sudah dikenal di beberapa negara seperti Jerman dan India yang dipromosikan di Gallery UKM, Gedung Smesco Indonesia, Jakarta Selatan.
“Di antara pembeli asing itu ada yang kurang percaya demean pewarnaan alami. Ketika mereka membeli langsung ke Pacitan, mereka umumnya merasa puas karena bisa membuktikan bahwa pewarnaan batik lorok memang ramah lingkungan,” papar I Wayan Dipta.

-bisnis.com-

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s