motivasi

Berhenti Sejenak



Sobat, pernahkan kau merasa lelah, penat, dan kesal dengan segala problema hidup yang kau hadapi ? atau pernahkah kau merasa banyak orang yang tidak beres, tidak mau diatur, mereka seakan memusuhimu dan dunia tak bersahabat denganmu ?
Jika kau pernah merasakannya, sudahkah kau mencoba memindahkan yang kau rasakan ke lingkup fikiran ? untuk berfikir sejenak apa penyebabnya… ?

Sobat, berfikir yang kumaksudkan di sini bukanlah tentang mencari-cari dan menjustifikasi kesalahan, tetapi mencoba berfikir di luar aras rasa. memandang kesalahan sebagai efek samping kecil yang hadir dalam sebuah rencana besar. Sobat, Jika dalam rasa kita diposisikan sebagai objek yang mendapat perlakuan. Maka dalam fikir versi ini kita mengambil posisi sebagai subjek yang memberi perlakuan.

Dari sudut pandang ini, Kitalah tokoh utamanya, kitalah sutradaranya dan karena kitalah pemegang lakon penting teater yang kita rancang ini. Anggap semua mata tertuju pada kita dan mengharap penampilan terbaik yang disuguhkan oleh sang aktor piawai. Penampilan yang kita suguhkanlah nantinya yang akan membuat penonton memberikan responnya: senang, marah, sedih, bosan. Tak mungkin kita menuntut penonton memberikan appresiasi yang menyenangkan saat performa kita yang ia saksikan menunjukkan kebosanan. begitu juga ketika kita menuntut penonton agar berekspresi sedih, padahal performa kita menunjukkan hal yang lucu dan menyenangkan.

sebagai subjek, keterlibatan kita memiliki peran pokok yang sangat penting dalam sebuah teater kehidupan. maka sudah sepantasnya ketika muncul kesalahan dalam teater ini, hendaklah kita bertanya pada diri kita sudah sebaik apa kita berperan. Bukan hanya peran dalam omongan dan sikap, tapi juga tentang menghayati peran. menghayati yang disertai doa, pengharapan, dukungan kepada rekan seprofesi, sampai aspek teknis lainnya.

Mungkin saat luang kita pernah sedikit sombong kepada seutas kabel lampu sorot panggung yang putus, karena menganggap bukanlah tugas seorang aktor dan sutradara untuk membetulkannya. Sedangkan di sisi lain sang teknisi tidak tahu atau lupa dengan hal tersebut sehingga saat teater dimulai, terjadi masalah pada pencahayaan saat adegan yang paling sakral dilakonkan. penonton pun kecewa…
Sekali lagi tak perlu menyalahkan sang teknisi,
karena sekali lagi… kita adalah subjek.

___________________________________________________________________

Sobat, sadarkah kita seringkali kita lupa dengan senjata terbesar pensukses segala sesuatu : kekuatan Iman, keihklasan, dan Doa.
Doa adalah senjata paling ampuh yang dimiliki seorang muslim, keihklasan sebagai tamengnya, dan Iman sebagai panji penegak dan pelecut semangatnya.
Sudahkah kita asah mereka, tempa mereka, dan hias mereka, agar lebih tajam, lebih kuat, dan lebih indah saat kau menghadapi peperangan ?

“Peperangan dalam pertunjukan teater kehidupanmu”
Ataukah kita membiarkan mereka seadanya, yang penting ada. entah kondisinya tumpul, penyok, rusak, bahkan cacat ??

Sekali lagi ingat…, kita adalah subjek, tugas untuk mempersiapkan sebaik-baiknya adalah kewajiban kita. Maka perlulah sekali waktu kita untuk berhenti sejenak dan sekedar mengerjakan kegiatan yang mungkin kita anggap sepele itu. “bersih-bersih”
lirik lagunya mas Noe Letto mungkin bisa jadi inspirasi kita, Im suka banget:

luangkanlah sejenak detik dalam hidupmu

berikanlah rindumu pada denting waktu…
luangkanlah sejenak detik dalam sibukmu
dan lihatlah warna, kemesraan dan cinta.


“kemesraan dan cinta atas keimanan, keikhlasan, dan doa…”


Mungkin kita terlalu sibuk dengan aktivitas yang terisi ambisi, sehingga kita kurang mengenal rasa yang sejati. Rasa yang diolah dengan fikir dan kekuatan Illahi.
Jika mungkin selama ini memang itu yang terjadi, maka sudah saatnya kita berusaha menjadi sutradara yang mampu mengolah fikir dan rasa dengan sebaik-baiknya.
# sejenak menuang pikiran bebas abstrak

One thought on “Berhenti Sejenak

  1. Dalam ilmu ke'training'an ini namanya menekan tombol PAUSE dalam diri kita [haha sok2an jadi trainer gue ;D], akan luar biasa action yg dihasilkan ketika dalam kondisi apapun, apalagi lagi berkecamuk, emosi maksimal, kita segera menekan tombol PAUSE kita~

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s