curhat · motivasi

Perjalanan Makna


Kembali,
perjalanan lintas Kabupaten ini aku lalui. Menembus pekat malam, melewati desa, pasar, hutan, keramaian dan keheningan silih berganti. Entah sudah yang keberapa kali ? Entah sudah berapa energi yang terkuras ? Entah berapa banyak biaya yang terhabiskan ? Entahlah, karena aku memang tak pernah ingin menghitungnya.

Perjalanan yang selalu sama, namun kali ini nuansanya sedikit berbeda. Nuansa yang tidak ada satu pun orang yang ingin merasakannya. Sebuah keniscayaan yang terjadi, ‘kata’ yang tak sesuai dengan ‘realita’. Mobil terlambat datang. Yah…, menanti lebih dari dua jam terkadang membosankan jika tidak diisi dengan hal-hal yang bermanfaat. Belum lagi jika dalam penantian itu ada masalah yang kau alami meskipun hanya berasal dari sepenggal short message service.

Sepanjang perjalanan yang dingin membuat kondisi badan ini berubah. Dari suhu awalnya yang normal kini ia meningkat, Panasnya meningkat mungkin untuk menjaga keseimbangan suhu luar yang terlalu dingin. Mesin-mesin dalam tubuh ini pun juga bekerja ekstra keras, hingga mungkin ada salah satu komponennya yang terganggu sehingga ia “kembang-kempis” bersin-bersin. Mungkin statement yang pernah saya baca dari sebuah buku aktivis ada benarnya. “Seseorang merasa futur itu bisa jadi karena ada sebuah hentakan hebat yang melanda fikir, fisik, dan psikis (ruh) nya secara bersamaan. Dan kurang adanya terapi yang mampu mengimbanginya.

Semoga yang kualami bukan sebuah kefuturan, hanya sebagai shock terapi kehidupan. Karena aku tau, kefuturan itu dampak akutnya bukan bagi sang pelaku yang merasakan pertama kali. Tetapi yang merasakan ialah orang-orang disekitarnya, orang-orang yang selama ini bersamanya. Karena kefuturan itu jika dipelihara seperti virus yang akan cepat mudah menyebar, dan seperti kanker yang akan membunuh secara perlahan.

Malam 1 Desember yang membuat tersenyum [tak sampai hati untuk menyebutnya menjengkelkan :-)]. Sadar atau tidak, keringat dingin yang mengucur dari dalam tubuh terbuyarkan oleh hawa dingin yang terlalu dingin malam itu. Andaikan ada seorang sahabat yang siaga malam itu, ingin aku berujar “selimuti aku, selimuti aku.”  Masih berkutat dalam kedinginan malam itu berbagai upaya dilakukan : menutup mata mencoba tidur namun selalu terbangun kala arus udara dingin menyentuh kulit, kaki yang naik-turun, tangan yang dikepal kencang-kencang, lutut yang dipeluk erat-erat. Menutup bagian atas, bagian bawah malah dingin, begitu sebaliknya, konyol sekali. Konsekuensinya paling juga besok (hari ini) jadi rada meriang. Tapi nevermine biar itu jadi muhasabah cinta buatku.

Sampai tiba di sebuah tikungan tajam, kesibukan tak jelas yang aku lakukan itu teralihkan oleh sebuah pemandangan yang luar biasa. Sebuah truck hijau dari arah berlawanan yang mengangkut ratusan kilogram kayu sengon jatuh terbalik, miring ke kiri, menumpahkan semua muatannya. Sepintas kemudian terlihat ada truck rekannya yang berhenti membantu memberikan pertolongan bersama polisi. Entah bagaimana nasib sang sopir truck malam itu, sepertinya ia tidak apa-apa karena posisi jatuhnya truck berlawanan dengan arah tempat duduk supir. Meskipun secar fisik tak begitu parah, tapi yang pasti secara psikis ia pasti mengalami trauma yang mendalam akibat kecelakaan itu.

Pasca lintasan itu aku termenung, betapa mudahnya kuasa Allah menjatuhkan truck yang begitu besar itu. Terbesit peristiwa beberapa jam kebelakang, saat sedang menunggu, saat perasaan tak enak itu tengah bergejolak. Betapa mudahnya Allah membolak-balikkan hati ini. Namun yang kusadari pasti, bukan masalah bagaimana hidup atau hati ini terbolak-balik. Tapi bagaimana kita menyikapinya baik saat ia berada di atas maupun saat berada di bawah.

‘mencoba mengambil makna dari setiap peristiwa.

“Ya Muqallibal qulub, Tsabbit qalbi ‘alaa tha’atik
               Ya Muqallibal qulub, Tsabbit qalbi ‘alaa dinik …

-im-

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s