sastraku

Senandung Rinai Hujan


sore ini langit begitu pekat
awan hitam berkelebat seakan tak bersahabat
rinai tangis yang panjang
menghias fikir yang menerawang
jauh ke kota seberang
ah… terang mengapa tak kunjung datang
hingga mentari pun tunduk menghilang
roset senja yang biasa teramat jelas

kini tak muncul berbekas

meski mulai reda
senandungnya masih mengalun rata
rinai yang berirama
menemani sang kanda
menatap dari balik jendela

-im-

3 thoughts on “Senandung Rinai Hujan

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s