breeding

Aku dan Si Manis Berkerudung Merah itu



“Dia sudah teramat akrab denganku. Dia yang selalu menyapaku  di setiap hari, di setiap pagi. Semakin hari ia tampak semakin cantik dan semakin manis saja. Sungguh, dia terlalu menarik buatku. Aku begitu senang tiap kali ia telah ‘mengenakan’ kerudung merahnya. Ia selalu tampil dengan wewangian yang khas, dan tentunya manisnya yang selalu menggoda, meskipun sesekali ternyata ia bisa masam juga. Warna putih bersih yang ada dibalik kerudung merah itu juga teramat lembut, lembut sekali.”

Nephelium lappaceum, begitulah Linnaeus dkk menyebut namanya. Ia adalah salah satu keturunan dari keluarga besar Sapindaceae. Tapi aku lebih senang memanggilnya si manis Rambutan, sama seperti panggilan kebanyakan orang Indonesia lainnya.

Hari-hari yang penuh rasa memang, tiap hari bisa makan rambutan sepuasnya. Buah manis berkerudung merah dengan gaya “hairy style” ini memang banyak sekali terdapat di sekitar asrama tempat penelitianku di PT. Pagilaran. Kalau dulu saat di Majalengka pohon mangga sebagai “pohon penjaga” yang harus ada di pekarangan rumah, di Kecamatan Tulis Batang, si manis rambutan yang jadi “pohon penjaga” setiap halaman rumah. Di depan asramaku saja berjajar delapan pohon rambutan berbagai varietas yang semuanya memerah dalam waktu yang hampir bersamaan. Dari kejauhan akan tampak warna merah hijau, macam kampanye koalisi partai nasionalis dan religius agamis (kebetulan di Batang sedang Pemilukada) he..he..🙂


Gambar di atas aku ambil saat buah menjelang masak, belum benar-benar merah tapi rasanya sudah cukup manis dan menggoda. Sayang saat buah-buahnya lagi merah merona aku belum sempat di foto, eh… malah sudah diborong sama tamu-tamu perusahaan yang datang. Sobat, yang unik di sini meskipun pohon rambutan dibiarkan sedemikian rupa tidak ada pencurian rambutan, karena sungguh sudah terlalu banyak. Bahkan kalaupun ada yang mau mencuri pasti dipersilakan dan dengan senang hati akan diberi kemudahan. Karena sang pemilik pun bingung bagaimana caranya agar rambutan cepat habis biar tidak busuk. Begitupun yang menjual, saking banyaknya buah rambutan dan orang yang menjualnya harganya pun jadi sangat murah.


Rambutan ternyata juga punya jenis yang bervariasi dengan tingkat kemanisan dan aroma khas yang berbeda-beda pula. #secara gitu loch… anak pemuliaan harus paham soal yang satu ini.😉 Ada yang buahnya besar, rambutnya  panjang halus, daging buah ngelotok, tapi rasanya agak kecut; Ada yang buahnya merah merona, rambut panjang sedikit kaku (kayak pakai wax), manis, tapi daging buahnya lengket dengan biji; Ada juga yang buahnya kecil, kulitnya tipis, rambutnya pendek banget dan agak kaku (kayak pangkas model tentara), tapi buahnya ngelotok dan sangat manis. Nah soal pilih memilih ini, aku lebih suka yang aku deskripsikan terakhir. Itu yang ada gambarnya di atas. Masyarakat sini menyebutnya rambutan binjai, tapi sepertinya bukan karena saat aku searching di google deskripsinya jauh berbeda. Aku menebaknya ini jenis rafia pasar minggu. Hmm… Kalao mau kongkretnya, mungkin perlu dibawa ke Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika buat ngecek dengan pasti kepastian jenisnya, sekalian jalan-jalan ke Padang. ha…ha…ha… kapan-kapan lah.

Selamat menikmati rambutan, mumpung masih musimnya…

oh ya, tentang kerudung merah itu …
itu… ya kulit rambutannya. ^^

-im-

2 thoughts on “Aku dan Si Manis Berkerudung Merah itu

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s