berita · kampuz

Angkringan Kebangsaan


Malam itu tanggal 9 Desember 2011, tepat jam 8 malam diujung paling selatan kampus kerakyatan Universitas Gadjah Mada, berkumpul sekelompok anak muda berdiskusi dan berbincang ringan membedah permasalahan bangsa dalam rangka memperingati hari anti korupsi. Kegiatan diskusi publik dan angkringan gratis  untuk semua yang diinisiasi oleh Gerakan Mahasiswa KAMMI UGM dan partai Mahasiswa Bunderan ini cukup mendapat simpati yang cukup baik dari masyarakat. Hal ini terlihat dari adanya beberapa warga masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan Angkringan Kebangsaan yang bertempat di bunderan UGM pada malam itu.


Acara sederhana yang terbilang cukup santai ini diawali dengan pembukaan, sambutan dari presiden partai mahasiswa Bunderan (Anto), pembacaan puisi kebangsaan berjudul “Bacalah”,  orasi Ilmiah dari Presiden Mahasiswa UGM tahun 2010 (Aza El Munadiyan), serta orasi dari Capresma UGM 2012 asal partai mahasiswa UGM (Aufa Taqiya).

Dalam kehangatan suasana malam yang cerah itu, Aza menyampaikan orasinya tentang berbagai kasus korupsi di Indonesia. Dimulai dari cikal bakalnya, yang melatar belakanginya, kasus korupsi di pemerintah pusat, daerah, instansi BUMN, instansi swasta, perusahaan, sampai kasus yang melibatkan universitas-universitas ternama di Indonesia, termasuk UGM. Selanjutnya Aufa juga menyampaikan pandangannya terhadap kasus korupsi yang melanda bangsa ini, serta menjabarkan tentang tindakan apa yang mampu kita perbuat dalam mengawal kasus-kasus korupsi tersebut.

Hal yang menarik pada malam itu, sempat terjadi kesalah fahaman antara petugas keamanan dengan mahasiswa. Petugas keamanan yang terdiri dari polisi dan SKKK datang ke Bunderan dan berjaga-jaga disekitarnya. Mereka mengira mahasiswa ingin mengadakan demonstrasi, padahal mahasiswa hanya duduk santai dan berdiskusi serta menyampaikan orasi ilmiahnya. Untungnya setelah beberapa perwakilan mahasiswa menjelaskan kepada aparat mereka dapat memahami. Bahkan mahasiswa turut mengajak aparat untuk ikut menikmati angkringan dan menyediakan suguhan untuk aparat kemanan.

Secara umum kegiatan angkringan kebangsaan ini berjalan tertib dan lancar. Nuansa kesederhanaannya juga sangat terasa, berkat mampu berbaurnya mahasiswa dengan  masyarakat menyimak bersama dan mendiskusikan permasalahan bangsa. Semoga kedepannya, acara seperti ini akan lebih sering terlaksana dengan berbagai tema yang bisa diangkat, bukan hanya karena momen Pemira saja.

___________________________________________________

wahai orang-orang yang akan kembali
bacalah setiap ejaan yang kau temui dalam hidup ini
kala prediksi alam mencerminkan langkah kita
kala prediksi alam menyertai alam fikir kita

kita adalah amanah dan akhlak dalam jiwa
kitalah jiwa yang kembali untuk pulang

tarian tangan jiwa-jiwa penopang yang tak lagi gemulai
karena kita terlalu sibuk untuk berpangku tangan
karena kita terlalu sibuk untuk menopang dagu kita
menyisakan kekakuan berakar ham dan demokrasi …

.: secuplik potongan puisi berjudul  “Bacalah” dalam Angkringan Kebangsaan

-im- 

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s