event · hobi · kampuz

Pemira Dalam Warna


Beberapa hari lagi Universitas Gadjah Mada (UGM) akan merayakan pesta demokrasinya. Kampus yang telah menghasilkan banyak tokoh bersejarah di Indonesia ini kini siap kembali melahirkan tokoh masa depannya. Tokoh masa depan yang memimpin pergerakan mahasiswa di UGM dan selanjutnya di Indonesia, karena UGM adalah miniatur Indonesia.

Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) selalu menjadi ajang yang prestise bagi seluruh mahasiswa UGM,  karena disinilah siapa yang akan menjadi nahkoda pergerakan mahasiswa ditentukan. Berbagai kepentingan bercampur baur disini, mulai dari yang memiliki kepentingan terhadap komunitasnya, sampai yang benar-benar memiliki kepentingan terhadap perbaikan bangsa.

Kepentingan-kepentingan ini dilatar belakangi karena UGM memang penuh warna. Mahasiswa dari Sabang sampai Merauke semua ada. Dari pemikiran kiri ekstrim, moderat, sampai kanan ekstrim semua ada. Dari yang hedonis, hobiis, dan aktivis semua ada. Ya… sekali lagi, UGM memang penuh warna. Untuk itulah seorang Presiden Mahasiswa UGM yang terpilih dalam Pemira nantinya harus mampu meramu warna-warna ini menjadi sebuah “lukisan” pergerakan mahasiswa UGM yang indah di tahun kepemimpinannya.

Mekipun Pemira UGM bersifat lokal (di lingkungan UGM saja) namun gaungnya jauh melampaui batas-batas geografisnya. UGM seringkali menjadi barometer kampus-kampus lain dalam pelaksanaan demokrasinya, termasuk dalam penyelenggaraan Pemira. Kampus-kampus lain turut memantau penyelenggaraan Pemira UGM dari kejauhan lewat jaringan kampus, media massa, dan jejaring sosial.

Termasuk aku yang saat ini sedang tidak berada di UGM sekalipun. Meskipun tidak menyaksikan secara langsung meriahnya gelaran menyambut pesta akbar UGM dalam Pemira kali ini, aku masih bisa merasakan kondisinya. Persaingan antar capresma dan tim suksesnya, ketegangan, harapan, dan semangatnya bisa aku rasakan.

Warna-warni Pemira bukan hanya terletak dalam idealisme yang diusung oleh para calonnya (Capresma dan Ca-DPM), tetapi juga dari cara mereka mengemasnya dalam warna yang benar-benar nyata (colour). Berbagai macam publikasi : website, poster, leaflet, selebaran dan lain sebagainya penuh warna. Semua publikasi dalam rangka kampanye ini diramu dengan warna-warni yang harmoni dipadu kata-kata yang serasi agar menarik minat  semua kalangan mahasiswa. Sungguh untuk yang satu ini kreatifitasnya jauh lebih baik dibanding kampanye Pemilu Indonesia.

Tapi sebagus apapun tampilan luarnya, jangan sampai menjadi tolak ukur yang utama. Ada idiom yang bilang “jangan beli kucing dalam karung!… teliti sebelum membeli.”

Mari Bersikap dengan bijak untuk memilih yang terbaik. Kenali pribadi calonnya, visi-misinya, cari tahu apapun tentangnya. Pilihanmu menentukan akan dibawa kemana arah gerak mahasiswa UGM 1 tahun ke depan. Pilihlah presiden mahasiswa UGM yang terbaik, yang diharapkan mampu mengawal UGM ke arah lebih baik, juga Indonesia yang lebih baik.

Apapun Warnamu.
Mari Bersikap dengan Bijak …
Untuk UGM yang Lebih Baik…

-im-

3 thoughts on “Pemira Dalam Warna

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s