curhat

Aku yang Memilih Jalanku : The Story of Chocoman (Part 1)


Afwan… kata pertama yang aku tuliskan.
Kuharap setelah membaca tulisan ini siapapun sobat bisa memaafkan aku ya.
Mungkin juga tulisan ini adalah buah dari kegalauanku selama ini.
Tulisan ini cukup panjang sehingga aku membaginya menjadi  3 Part yang saling berkaitan. Semoga bisa saling melengkapi. Selamat membaca…

Awalnya aku ga’ mau menulis ini semua sobat. Tapi setelah dipikir-pikir sepertinya aku harus menuliskannya juga, agar semuanya clear dan tak ada kecurigaan dan prasangka. Selama ini mungkin ada yang bertanya-tanya, sebenarnya apa sih yang dilakukan Imam di Batang ? kenapa sampai betah dan jarang pulang ke Jogja ?

Berawal dari keputusanku satu semester yang lalu untuk mengambil penelitian perkebunan dengan salah seorang dosen. Penelitian ini kuambil karena beberapa pertimbangan yang memang telah aku fikirkan sejak lama. Di saat yang sama, aku juga dihadapkan dengan amanah lembaga yang sebelumnya tidak aku rencanakan (disamping amanah ** lainnya).  Sungguh sesuatu yang berat, di kala harus memberikan sebuah jawaban dalam waktu kurang dari 2 jam. Saat itu aku tak sampai hati menolak karena mungkin itulah arti sebuah kedewasaan dan tanggung jawab. Aku pun sudah tau konsekuensinya bahwa itu artinya konsentrasiku akan terbagi nantinya…

Waktu terus berlalu sampai bulan Oktober tiba, bulan dimana aku harus memulai penelitianku. Masalah pun timbul, bulan Oktober-Desember adalah fase-fase genting kaderisasi lembaga. Aku yang baru saja akan memulai penelitian sempat dilema apakah harus melanjutkan penelitian ini, ataukah berhenti saja ? Akhirnya aku memilih untuk melanjutkan. Entahlah, mungkin dorongan faktor X untuk melakukan penelitian ini lebih kuat dan salah satunya mungkin karena egoitas, aku yang sangat mudah cemburu melihat sobat-sobatkuku yang telah lulus, dan beberapa segera menyambut wisudanya.

Aku menyadari egoitas ini akan berdampak buruk pada orang-orang yang terlibat dengan amanahku baik yang di lembaga maupun amanah ** lainnya itu. Dan konsekuensi logis yang aku terima ialah aku tidak bisa melaksanakan amanah secara professional. “Ketidak profesionalan dapat melahirkan ketidak percayaan, dan ketidak percayaan dapat menghadirkan pandangan kebobrokan.” Begitu kata Dahlan Iskhan. Setuju atau tidak setuju, mungkin itu juga konsekuensi yang aku terima.

Inilah yang terus menghantui fikiranku selama ini. Maka aku pun mencari cara untuk mengusir hantu ini perlahan-lahan. Aku coba sempatkan PP  Batang-Jogja minimal dua pekan sekali naik travel (kenapa dua pekan ? klik disini) dan selama disana aku mencoba untuk mengoptimalkannya, selain juga komunikasi intensif lewat internet dan sms saat berada di Batang. Tapi memang kuakui hal tersebut masih sangat-sangat kurang. Andaikan aku dapat membuat diriku menjadi dua, pastilah kutinggalkan yang satunya di Jogja.

Jujur, sebenarnya aku sangat ingin berada di Jogja, bersama sobat-sobat semuanya menyelesaikan amanah-amanah itu. Tapi …
Yaa biarlah… aku tak ingin menyesal. Jalani saja semuanya dengan lapang hati🙂

Sobat, mungkin saat ini kau tak bisa menuntutku untuk segera kembali ke Jogja.

Tapi. Aku mohon, Mohon dengan sangat…
Aku akan sangat senang jika aku kau libatkan untuk berpartisipasi dalam setiap langkah perjuanganmu dengan cara yang aku bisa. Entah itu lewat tulisan, desain, ataupun dana.
Tolong, tolong libatkan aku dengan cara yang aku bisa…
Tolong, jangan kau hanya jadikan aku seperti tukang pos yang selalu mengirim undangan  yang aku tak bisa menghadirinya. Jujur untuk yang satu ini aku sangat merasa berat, aku takut dengan sepenggal ayat “kaburamaktan indallahi antakulu maa laa taf’alun…” dan selebihnya hanya akan menambah prasangka.

Selanjutnya agar kau memahami aktivitas yang aku lakukan di Batang, akan aku ceritakan dalam “Rutinitas yang Mengajarkan Kedisiplinan”.

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s