curhat

Rutinitas yang Mengajarkan Kedisiplinan : The Story of Chocoman (Part 2)


Pagi-pagi jam 7.00 aku harus sudah bersiap dengan aktivitas lapanganku. Everyday is working day, mungkin seperti itulah gambarannya. Aku harus memanfaatkan waktu tujuh hari dalam seminggu yang aku punya untuk bergumul dengan kakao.

Dalam satu kali sampling, aku punya waktu 2 sampai 3 hari untuk mengumpulkan buah-buah kakao dari 300 pohon yang berbeda dari kebun. Bisa 2 hari jika dibantu oleh Mas Toni (asisten kebun), dan 3 hari jika bekerja sendiri. Alhamdulillah selama 5 kali pemetikan, hanya satu kali yang harus memetik sendiri.  Di kebun kami biasanya menghabiskan waktu 5 jam untuk mengumpulkan buah kakao, sembari sesekali menikmati degan yang dipetik sendiri langsung dari pohonnya.

Setelah selesai memetik, semua buah kakao dikumpulkan di asrama dan siap diolah. Pengolahannya cukup kompleks dan berbeda dengan yang ada di gudang produksi. Di Asrama, buah kakao diolah dengan cara diukur terlebih dahulu bobot buah basah, panjang polong, diameter buah, dan tebal kulitnya. Setelah semua parameter di atas diukur, buah yang sudah dibelah dikeluarkan bijinya dan dihitung bobot basah bijinya, dan siap untuk di jemur. Untuk pengukuran-pengukuran ini biasanya aku menghabiskan waktu 3 hari dari jam 10.00 pagi sampai maghrib.

Kenapa mulai mengukur jam 10 ? Karena pada pagi harinya jam 7.00-9.00 biasanya aku gunakan untuk menjemur biji di bawah panas matahari. Sayangnya akhir-akhir ini, matahari seringkali terlambat datang dan terlalu cepat pulang karena sering tertutup mendung pagi dan petang.

Untuk kegiatan-kegiatan pengukuran ini biasanya aku memerlukan waktu 3 hari. Untuk pengeringan biji sebanyak 300 buah bisa mencapai 5 hari dibarengi dengan kegiatan pengukuran. Sedangkan untuk kulit yang dijemur biasanya mencapai 2 minggu baru bisa diukur berat keringnya. Untuk yang satu ini lumayan enteng karena tidak terlalu sering mengukurnya. Waktu pengerjaan yang lumayan lama ini karena aku mengerjakannya sendiri. Mas Toni tidak membantu karena saat tidak memetik, ia harus kembali kerja di bagian peremajaan kebun.  Jadilah aku single fighter. Selain itu juga karena keterbatasan alat dan cuaca yang kurang mendukung.

Biji yang telah dijemur dan cukup kering nantinya akan dikemas dalam aplop dan siap dibawa ke Jogja untuk di oven. Biji-biji ini dipisahkan sesuai nomornya agar tidak tertukar.

Rutinitas yang terus berlanjut ini terkadang menghasilkan kebosanan. Sempat suatu ketika satu hari aku sama sekali tidak mengobrol dengan manusia karena terlalu sibuk dengan kakao. Jadi terkesan autis. He..he.. Tapi lama-lama aku pun bisa menikmatinya. Jika dulu lokasi penjemuran biji terletak dibelakang rumah yang sepi, kini aku pindahkan ke depan rumah biar semua orang bisa melihat dan saat kerja bisa sembari berbincang dengan tetangga. Jika dulu aku mengolah dan mengukur kakao di dalam rumah, kini aku pindah ke depan rumah. Sehingga meskipun bekerjanya tetap sendirian tapi nuansanya berbeda. Lebih ramai dan lebih terbuka.

Dari rutinitas ini pula aku jadi belajar disiplin. Disiplin waktu dalam memperlakukan coklat.
Karena konsekuensinya jika kakao yang diolah terlambat maka buah akan busuk dan biji akan rusak. Pengalaman memperlihatkan biji-biji yang menghitam karena terlalu lama dibiarkan menunjukkan kedisiplinanku bermasalah. Itulah yang terjadi saat aku bolak-balik ke Jogja tanpa manajemen waktu yang baik, sekarang aku harus lebih menata pengelolaan pengolahan kakao agar hasil yang didapat tetap tampil prima dan bisa bolak balik ke jogja tanpa mengganggu pekerjaan.

Sungguh jika dihayati, banyak pelajaran yang aku dapatkan dari penelitian ini. Latihan kesabaran, kerja keras, kreatifitas, dan lain sebagainya.

Yang terakhir tentang beberapa kisah hidup menarik yang ingin sekali aku membaginya ke sobat-sobatku. Karena ini adalah “Secuil Cinta dari Kota Buah”.

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s