curhat

Secuil Cinta dari Kota Buah : The Story of Chocoman (Part 3)


Ini tentang keluarga baruku di Batang, dengan segala keunikannya.
hanya ingin memperkenalkannya kepadamu sobat.

Batang, aku menyebutnya kota buah, meskipun itu bukan julukan sebenarnya. Hanya saja buah-buahan yang melimpah dan bertebaran dimana-mana membuat aku merasa julukan ini pantas baginya. Entah apakah ini berlaku sepanjang tahun atau hanya karena sedang musimnya saja, tapi selama aku di Batang, buah-buahan jumlahnya sangat melimpah dan tak henti-hentinya terlihat. Mulai dari pisang, rambutan, nangka, degan, sampai durian. Termasuk juga di tempat tinggalku di asrama perkebunan yang kaya akan buah rambutan (Tulisannya sudah pernah aku posting di ‘Aku dan Si Manis Berkerudung Merah Itu’). Yang unik di beberapa tempat di Batang kau akan melihat tugu buah-buahan, aku pernah melihat sebuh tugu durian dan rambutan.

Tinggal di asrama perkebunan kakao pagilaran Batang bisa dibilang adalah peralihan antara hutan dan desa. Di belakang rumah kau akan menemukan tempat yang sangat-sangat gelap di kala malam dengan suara macam-macam yang nyaring bunyinya (kodok, jangkrik, tikus, anjing, dsb). Sedangkan di depan rumah kau akan temukan deretan rumah-rumah kecil berjajar yang sunyi di kala malam, warung kopi berisi “anak nongkrong” yang jam 9 malam sudah harus pulang keperaduannya, serta sesekali akan terdengar alunan musik dangdut yang keluar dari balik bilik kayu.
Komplek asrama yang aku tempati ini berjajar empat rumah. Satu rumah kosong, satu rumah aku tempati, satu rumah ditempati oleh seorang ‘gadis’ berumur 50 tahunan yang agar lebih sopan aku memanggilnya ibu atau bude, serta satu rumah ditempati oleh sekeluarga yang ramah dan baik hati berasal dari Madiun.

Tetangga-tetanggaku ini orang-orang yang luar biasa. Bu Yuli, nama ‘gadis’ itu adalah seorang yang agak tomboy. Ia mantan pemain sepakbola wanita professional yang pernah bermain di tingkat nasional. Entah apa alasannya sampai sekarang ia belum juga menikah. Apa karena belum dapat jodohnya atau memang tidak mau menikah ? entahlah…
Meskipun begitu, bu Yuli adalah orang kuat dan berkarakter. Dalam menyampaikan sesuatu ia tegas dan tidak bertele-tele. Ia juga seorang pakar akutansi yang pintar. Oh ya bu Yuli asli Jogja, rumahnya yang di jogja di Jl.Taman Siswa.

Tetanggaku yang satunya adalah keluarga yang menyenangkan. Keluarga ini sangat supel dan akrab dikalangan masyarakat desa. Pak Agus sebagai kepala keluarga bekerja di perusahaan ini sebagai salah satu mandor besar. Awalnya ia adalah Kepala Petugas Penyuluh Lapangan Kakao di wilayah Jawa Timur. Tapi karena sakit akhirnya ia dipindahkan sebagai mandor besar prosesing di perusahaan PT Pagilaran. Istrinya Bu Ika adalah orang yang hobi memasak. Dahulu di Madiun ia pernah punya catering. Tapi sekarang sudah tidak ada karena ditinggalkannya pindah ke Batang. Saat ini ia tengah berjuang merintis usahabakso di tempat ini. Aku sangat suka masakan Bu Ika. Bahkan hampir tiap hari aku mencicipinya. He..he..
Pak Agus dan Bu Ika memiliki dua orang putri. Yang tua bernama Tata saat ini sedang kuliah kelas 2 di Madrasah Aliyah di Madiun (aku belum pernah bertemu dengannya), dan Ajeng adiknya, gadis kecil berambut sebahu yang lincah dan periang. Tiap sore ia selalu menyapaku sambil mengayuh sepeda kecil merah jambunya. “kak imam…lagi ngapain ?” ujarnya.

Mereka yang bukan siapa-siapaku serasa seperti saudara. Saat pagi menyapa, siang menyapa, sore pun menyapa. Kami saling berbagi pengalaman, menonton TV, dan mengobrol bersama. Jika tidak sedang sibuk, sesekali mereka juga yang membantuku menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk. Atau minimal sekedar senyum dan membagi motivasi. Mungkin hidup mereka sederhana memang, tapi dalam kesederhanaan itu tersimpan makna mendalam tentang cinta dan arti persahabatan.
Ah sayang… aku belum punya gambar mereka, lain kali kalau sudah ada akan ku upload disini..

.: trilogi “The Story of Chocoman”, celoteh di malam hari yang baru sempat diposting pagi.

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s