resensi

PPT : Perangkat-Perangkat Tarbiyah


Kurang lebih sudah 20 tahun lamanya sejak Tarbiyah hadir di Indonesia, kader-kader yang terlahir dari rahim tarbiyah kini telah mengisi beragam sektor publik dan posisi strategis dalam kehidupan bernegara. Aktivitas tarbiyah seperti Halaqah dan ta’lim yang dulu marak di sekolah dan kampus-kampus kini mulai bermunculan di perkantoran, pabrik, masjid-masjid, organisasi, dan berbagai perkumpulan yang ada ditengah masyarakat.

Tarbiyah yang hingga kini masih terus bertahan tentunya berkat keistiqomahan para kadernya. Yaa… keistiqomahan menjadi rahasia kesuksesan tarbiyah yang paling utama. Istiqamah yang menghiasi jika para da’i dan kader tarbiyah dalam mengemudi bahtera da’wah mengarungi samudera kehidupan. Merekalah kader-kader yang meski usia mereka masih muda, selalu semangat untuk menyampaikan kebenaran Islam. Meski bukan lulusan pesantren dan sebagian besar belum menguasai bahasa Arab, merekalah penggerak da’wah. Ada Izzah, keyakinan dan kebanggan akan fikrah islam yang mereka miliki. Ada Hamasah”, semangat menggelora untuk mengamalkan islam dan menyerukannya kepada orang lain. Dan ada Ghirah”, kecemburuan dan semangat pembelaan terhadap Islam yang diabaikan oleh umatnya sendiri.

Tarbiyah Islamiah sebagai sebuah Manhaj, tak bisa lepas dari dukungan perangkat-perangkatnya yang bertujuan untuk tercapainya tujuan tarbiyah dari masa ke masa. Ada tujuh perangkat tarbiyah yang fundamental guna membentuk syaksiyah (kepribadian) islami yang tangguh, yaitu : Usrah, Katibah, Rihlah, Mukhayam, Daurah, Nadwah, dan Muktamar.

comot dari devian-art

1. Usrah
Dalam manhaj tarbiyah, usrah merupakan bata-bata pertama dalam bangunan jamaah. Usrah merupakan pondasi dalam tarbiyah yang terpenting. Usrah merupakan bentuk tarbiyah terkecil namun paling penting dalam membangun karakter anggotanya. Usrah dapat dikatakan sebagai kumpulan orang yang terikat dengan kepentingan bersama, yang anggotanya seperti sebuah keluarga. Usrah menjadi perisai perlindungan yang kokoh bagi anggotanya. Usrah bertujuan untuk membentuk kepribadian islami yang integral dan komprehensif pada setiap individu muslim, mentarbiyah, dan mengembangkannya sesuai etika dan nilai islam. Aspek kepribadian yang penting dalam usrah adalah aqidah, ibadah, moral,dan wawasan pengetahuan. Usrah yang baik adalah usrah yang produktif yang banyak melahirkan kader calon naqib ( murobi atau pemimpin usrah). Rukun-rukun usrah diantaranya adalah Ta’aruf (saling mengenal), Tafahum (saling memahami), dan Takaful (saling menanggung beban)

2. Katibah
Dalam tarbiyah, katibah berarti kumpulan beberapa usrah. Katibah merupakan pola spesifik dalam mentarbiyah sekelompok anggota yang bertumpu pada tarbiyah ruhani, pelembutan hati, penyucian jiwa, dan membiasakan fisik beserta seluruh anggota badan untuk melaksanakan ibadah secara umum, juga tahajud, dzikir, tadabur, dan berpikir kritis. Tujuan katibah adalah menciptakan keharmonian bangunan kepribadian islam yang utuh pada seseorang, dekat dengan Allah, taat kepada-Nya.

3. Rihlah
Rihlah lebih tercurah pada aspek fisik ikhwah. Rihlah juga bertujuan untuk merefresh kembali diri kembali mendekatkan diri kepada Allah lewat kebesaran ciptaanNya (Ayatullah), beralih dari kepenatan rutinitas duniawi. Umumnya rihlah dilakukan setiap sekali sebulan, biasanya dimulai setelah shalat subuh dan berakhir pada saat maghrib. Di dalam rihlah para peserta diberi kebebasan bergerak, berolah raga, berlatih, bersabar untuk bekerja secara sungguh-sungguh. Dilihat dari tipe peserta, ada beberapa macam rihlah: rihlah para aktivis, rihlah keluarga ikhwah, rihlah putra ikhwah, rihlah putri ikhwah, rihlah da’i ikhwah.

4. Mukhayam
Mukhayam merupakan penerapan dan pengembangan dari sistem jawalah. Sistem jawalah adalah pengembangan dari kelompok rihlah. Tujuan Mukhayam secara umum ada tiga aspek pokok, yaitu : Aspek Pengumpulan, meliputi pengumpulan tingkat kaum muslim secara umum, tingkat aktivis ikhwah dari berbagai usrah, tingkat para pemimpin ikhwah, hingga tingkat internasional. Aspek Tarbiyah, memberi celupan kehidupan pribadi peserta dengan celupan islam. Aspek Latihan, melatih interaksi, fisik, tanggung jawab, manajemen mukhayam melatih menjaga kerahasiaan, dan sebagainya.

5. Daurah
Merupakan aktivitas berkala yang dilaksanakan pada waktu tertentu secara rutin. Aktivitasnya mengumpulkan sejumlah ikhwah yang relatif banyak di suatu tempat untuk mendengarkan ceramah, kajian, dan pelatihan tentang suatu masalah dengan tema tertentu yang dirasa penting bagi keberlangsungan amali. Daurah adalah forum untuk studi intensif suatu tema, baik berupa kajian ilmiah maupun pelatihan yang dimaksudkan agar peserta memiliki pengetahuan mendalam dan seoptimal yang mungkin diperoleh melalui asuhan para ulama dan spesialis. Beberapa contoh daurah diantaranya : daurah manajemen, daurah dakwah fardiyah, dan daurah fikih dakwah. Setiap daurah harus mampu mewujudkan tujuan umumnya, kemudian mewujudkan target khusus sesuai dengan tema daurah yang diselenggarakan.

6. Nadwah
Nadwah merupakan pertemuan yang menghimpun sejumlah pakar ahli dan para spesialis untuk mengkaji suatu persoalan atau tema ilmiah. Di mana setiap mereka memberikan pendapatnya dengan argumentasi dan bukti-bukti otentik. Dalam menyelenggarakan nadwah, narasumber yang diundang tidak harus dari kalangan ikhwah, bisa praktisi, ulama, pakar, dan spesialis untuk mengkaji suatu persoalan. Sasaran nadwah adalah bertambahnya pengetahuan dan wawasan pemikiran.

7. Muktamar
Muktamar secara bahasa adalah tempat musyawarah. Muktamar secara umum ada dua: Pertama, Muktamar resmi yaitu forum resmi dengan peserta tertentu untuk kepentingan tertentu. Contohnya muktamar yang membahas persoalan Palestina. Kedua, Muktamar umum yang pesertanya umum. Mengkaji suatu tema dan saling bertukar pendapat untuk membuat suatu rekomendasi yang perlu disebarluaskan. Selain itu ada muktamar khusus jamaah khusus bagi anggota ikhwah yang diselenggarakan oleh jamaah ikhwah. Kelebihan muktamar adalah mampu menampung sejumlah besar pakar yang terlibat dalam pembahasan dan kajian. Peserta yang ikut pun dapat terlibat dalam diskusi dan dialog dengan seluruh anggota muktamar.

Ketujuh perangkat tarbiyah tersebut merupakan pondasi mendasar yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Bergantinya mihwar (fase da’wah) bisa jadi akan mengembangkan inovasi dalam mengelola perangkat-perangkat tarbiyah tersebut. Tetapi hal itu tidak akan mengubah semangatnya yang bertujuan untuk membentuk militansi tarbiyah dan da’wah pada kader-kadernya. Izzah, hamasah dan ghirah Islamiyah. Ketiga hal yang tidak lahir kecuali dari mata air keimanan yang jernih, lautan pemahaman yang luas dan gelombang keikhlasan yang tidak pernah surut.

sumber :
– Tarbiyah dan semangat zaman, 2010, Al-ikhwan.net
– Resume buku perangkat-perangkat tarbiyah IM, 2010, supermancakep.wordpress.com

One thought on “PPT : Perangkat-Perangkat Tarbiyah

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s