berita · special

Negeri 5 Menara


Serangan umum 1 Maret kembali terulang tahun ini tetapi yang diserang bukan kota Yogyakarta tapi bioskop-bioskop (baca: layar tancep) di Yogyakarta. Film yang diadaptasi dari novel karya A. Fuadi ini launching perdana hari itu.

Sebenarnya dua tahun yang lalu saat novelnya launching pertama kali, dua hari saja aku sudah kelar membacanya berhubung novel pinjaman. Dulu memang tak banyak yang melirik karya besar ini, kalah jauh dari novel-novel cinta Islami yang lagi booming.

Dari isinya aku acungi banyak jempol deh.. Negeri 5 Menara memang bagus dan memotivasi. Tapi bagi orang yang ga’ suka baca tentunya akan sangat membosankan sekali karena isinya yang lumayan tebal.

Ide seorang produser untuk memfilmkan buku ini memang keren sekali. Salah satu cara buat menarik minat pasar dan membuat sebuah ledakan. Aku yakin paska launchingnya film ini, buku Negeri 5 Menara bakal laris manis di domestik maupun manca negara, terlebih sudah ada cetakan english versionnya.

Film ini bikin aku jadi penasaran apakah hasilnya akan sama seperti film-film kisah cinta islami yang diadopsi dari novel karya Kang Abik ? Begitu mendengar filmnya segera launching 1 Maret langsung aja aku dan teman-teman pergi nonton, kebetulan ada yang mengajak dan mau membelikan tiket.

Begitu masuk ke ruang gelap di depan layar tancep itu aku langsung sumringah, terdengar bahasa daerah yang asing, percakapan bahasa Padang. Selanjutnya terdengar pula macam-macam bahasa dengan logat yang pas. Indonesia banget. Bukan “gue-elo-gue-elo” macam sinetron yang betawi-sentris (peace bukan bermaksud SARA)

shohibul menara

Negeri 5 Menara menceritakan tentang Alif seorang anak asal Sumatera Barat yang ingin sekali masuk SMA di Bandung, tetapi orang tuanya menginginkan ia masuk Pondok Pesantren di Jawa Timur untuk mendalami ilmu agama. Seiring berjalannya waktu Alif menikmati proses belajarnya di pondok yang memiliki guru-guru dan teman-teman luar biasa itu meskipun dengan sedikit keterpaksaan.

Bersama dengan kelima sahabat akrabnya, Alif mendapat julukan “shohibul menara” karena sering tidur siang, belajar, dan membicarakan tentang mimpi mereka di bawah sebuah menara besar yang ada di pondok. Banyak pengalaman yang “shohibul menara” dapatkan selama belajar di pondok pesantren modern itu, bukan hanya ilmu agama tetapi juga ilmu-ilmu seperti jurnalistik, musik, teknik, dsb yang mendukung lahirnya kreativitas, serta ilmu sosial yang bermanfaat dalam menjalani kehidupan.

Alif pernah sempat hilang semangatnya untuk belajar di pondok pesantran dan ingin mengundurkan diri. Hal ini karena salah seorang sahabat karibnya Baso memutuskan berhenti dari Pondok Pesantren karena harus pulang merawat neneknya nun jauh di Sulawesi, ditambah surat Randai (teman SMP nya) yang selalu menceritakan tentang kehebatan Bandung yang terus mempegaruhinya.

Namun, berkat dukungan dari teman-teman dan lingkungan pondok, akhirnya Alif meyakinkan diri untuk bertahan hingga menyelesaikan masa studinya di Pondok. Endingnya.. BUMM !! Alif sudah berada di Amerika menjadi seorang mahasiswa dan jurnalis VOA. Begitu jg dengan shohibul menara lainnya yang telah menggapai impiannya. Begitu pun Baso.

Sayangnya tidak semua kejadian yang ada di novel divisualisasikan di film ini. Mungkin kalau setiap halamannya dimasukkan ke film akan lebih dari dua jam durasinya. Ah, meskipun begitu aku suka pemilihan tokoh, tempat, koreo-effect, dan suasananya di film ini keren banget. lebih dari ekspektasiku saat membaca novel. Satu kata : Menggugah !!

Yang belum, wajib nonton filmnya. lebih seru lagi kalau juga baca novelnya.

sekedar info: *novel hardcovernya sekarang Rp.100.000,00
selamat buat yang sudah pernah baca.🙂

2 thoughts on “Negeri 5 Menara

  1. yang jelas mereka serius menghadirkan suasana pondok madani dan sumatra barat nya.
    chemistri persahabatannya juga oke,

    mahal bgt ya sekarang bukunya
    untung saya udh punya bukunya dari dulu
    ^^,

    1. iya… tp kalo udah baca novelnya pasti ttp ngerasa ada yg kurang. cz di film ga’ ada adegan kejar-kejaran sama maling, dan harusnya foto bareng nya bisa dapet tuh.

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s