motivasi · special

Bersama Presiden dan Putra Mahkota di #PesonaIBF


Untuk kesekian kalinya ke Jakarta, baru kali ini aku merasakan naik Busway alias Bus Trans Jakarta. Anehnya, tiap kali nanya jalur busway pasti kesebutnya “bus trans Jogja” hadooh… Jogja memang Istimewa sampe sulit dilupakan.   

Perjalanan pagi itu tujuannya adalah Senayan. Awalnya sempat bingung antara Plaza Bapindo Senayan, Plaza Senayan, dan Istora Senayan, tiga tempat yang belakangan baru kuketahui ternyata beda.

Dari Terminal Lebak Bulus menuju senayan yang letaknya sama-sama di Jakarta Selatan ternyata Busway harus memutar dulu melewati Monas, Bunderan Hotel Indonesia, dan puluhan halte lainnya. Perjalanan ini memakan waktu 2 jam dan cukup ngasih kesempatan buat molor di bus.

Seperti kata seorang bijak. “Kita memang punya rencana tapi Allah juga punya rencana. ” Jadi rencana awalnya, Ahad pagi itu aku mau pergi ke Plaza Bapindo Senayan untuk mengikuti sebuah seminar. Tapi setelah tahu bahwa aku ga’ kebagian tiket, rencana buat ikut seminar batal dan muncul ide buat ketemu Anggi (M Zia Anggiawan) saja. Anggi ngajak ketemu di Plaza Indonesia. okelah…dari namanya sepertinya itu sebuah Mall. lumayan bisa buat cuci mata… juga cuci tangan, dan cuci muka (di wastafel tentunya he..he..). Setelah chating cukup lama, tiba-tiba teringat sama Dirga (putra mahkota yang hilang) kebetulan juga ternyata  hari Ahad itu masih ada Islamic Book Fair di Istora Senayan. Jadilah rencana hura-hura ke Plaza Indonesia dibatalkan dan kami bertiga memilih beranjak ke tempat yang lebih berkah di Islamic Book Fair.

tiba di IBF

Begitu tiba di depan pintu gerbang lapangan Senayan langsung disambut Anggi dengan backsound Cherrybell. Wah udah lama ga’ ketemu uda yg satu ini, cuma sekarang jadi kelihatan lebih rapi dan stylish.  Setelah bercengkrama sebentar kami pun berjalan masuk menuju area IBF.

e bushet…. ini pameran buku apa pasar ikan ? Baru kali ini lihat pameran sesumpek ini. Lebih sumpek dari pameran buku yang sering dilaksanakan di Jogja. Wajar kali ya, Islamic Book Fair macam ini ternyata cuma diadakan setahun sekali di Jakarta.  Tapi kata Dirga, pameran tahun ini ga’ serame tahun lalu. So, kalo yang sumpek gini aja belum rame, gimana ramenya ? (padahal mau jalan aja udah kayak orang naik haji sedang tawaf).

Saking ramenya buat masuk ke ruang utama IBF saja butuh perjuangan ekstra, sampe berkeringet. Akhirnya setelah masuk ke ruang utama kami lebih memilih duduk di tribun ber-AC sambil ngobrol dan mendengar kajian dari Ustadz Felix Xiao, MerC, serta Ustadz Jefri Al Bukhori.

jeng… jeng… jam makan siang sudah lewat, tapi bau mie goreng milik Ukhti yang duduk di tribun atas sungguh menggoda. Didukung juga oleh irama perut yang mulai berdendang karena memang kami belum makan. Dirga masih belum datang sehingga kami tetap setia menunggu biar bisa makan bareng. Sambil menebak-nebak yang mana Dirga (karena sudah lama ga’ ketemu), aku membayangkan dia sekarang seperti apa ya ? (termasuk wajahnya pun aku lupa-lupa ingat).

Setelah ditunggu-tunggu akhirnya Dirga datang juga bersama  temannya Sidik. Kami sempat ngobrol sebentar di tribun, lalu memutuskan untuk beranjak dari tempat duduk meninggalkan Ustadz Jefri yang saat itu sedang berceramah (maaf ya Uje..), dan segera mulai berburu kuliner.

Nah, saat berkuliner ria inilah sebuah keajaiban muncul. Ada warteg berasa resto mewah, pecel lele berasa sirip hiu. hmm nyummi pokoknya. Ini bukan tentang rasa maupun service-nya sobat, tapi ini tentang harganya, royalnya. Makan berempat serasa bersepuluh. Untung ada boss Pertamina.

Terlepas dari hal itu, dalam makan siang ala royal palace ini kami banyak berbincang tentang GC kini dan nanti, tentang keprofesian, sampai tentang putra mahkota GC yang tertukar.

Alhamdulillah, sebagai seorang yang paling muda statusnya (masih mahasiswa) banyak mendapat inspirasi dari para penghuni kerajaan Cendekia yang kini sudah jadi pegawai ini. Bahkan, Sidik temannya Dirga juga ngompor-ngompori aku buat cepat-cepat jadi pegawai. heww

Akhirnya, setelah selesai makan siang  di hari yang sudah menjelang sore itu, temu kangen kami tutup dengan sesi foto-foto narsis. Karena seperti moto GC yang kedua “gak narsis gak eksis.”

Adzan Ashar berkumandang mengakhiri pertemuan indah di #PesonaIBF sore itu.

Allahu Akbar.. Allahu Akbar..  Takbir menggema di Masjid Senayan yang sebentar lagi mau dipakai buat akad nikah.

^_^

2 thoughts on “Bersama Presiden dan Putra Mahkota di #PesonaIBF

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s