iptek · sejarah

Mengenal Mayday


Mendengar kata ‘mayday’, maka yang teringat adalah peringatan hari buruh / pekerja sedunia. Peringatan mayday di Indonesia baru bisa diekspresikan paska reformasi, saat dimana setiap orang atau komunitas bebas menyampaikan aspirasinya. Mayday biasanya diwarnai dengan aksi demonstrasi dari buruh kepada pemerintah dan perusahaan.

Sebelumnya mungkin tak banyak yang tau tentang peringatan hari tersebut. Namun karena derasnya arus informasi lintas negara yang sangat mudah di akses saat ini. Peringatan yang semula di Amerika Serikat ini berkembang juga ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Maka untuk lebih memahami mayday, kita perlu tau latar belakangnya. Berikut ini sejarahnya :

______________________________________________________________________

Paska terjadinya revolusi industri yang berkembang di Eropa dan Amerika, banyak dari warga negaranya yang berprofesi sebagi buruh industri. Di masa itu, perlakuan yang tidak adil terhadap buruh yang bekerja melebihi jam normal dan tidak adanya uang lembur membuat buruh  melakukan aksi di hari-hari tertentu untuk menuntut hak nya. Pada saat itu buruh dipaksa bekerja 12 jam sampai 20 jam per hari.

Aksi-aksi ini bermula pada tahun1806 di Cordwainer, Amerika Serikat, dan terus menyebar di tahun-tahun berikutnya ke seluruh negara bagian Amerika Serikat, hingga menyebar pula ke negara-negara Eropa.

Untuk mengkoordinir setiap aksi buruh di seluruh dunia tersebut, dilaksanakan Kongres Internasional Pertama pada September 1866 di Jenewa, Swiss, yang dihadiri berbagai elemen organisasi pekerja belahan dunia. Kongres ini menetapkan sebuah tuntutan mereduksi jam kerja menjadi delapan jam sehari, yang sebelumnya (masih pada tahun sama) telah dilakukan National Labour Union di AS: Sebagaimana batasan-batasan ini mewakili tuntutan umum kelas pekerja Amerika Serikat, maka kongres merubah tuntutan ini menjadi landasan umum kelas pekerja seluruh dunia. 1 Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Konggres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions selain memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, juga memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut.

Peristiwa Haymarket

Tanggal 1 Mei tahun 1886 menjadi aksi pertama paska di deklarasikannya hari buruh di dunia, sekitar 400.000 buruh di Amerika Serikat mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja mereka menjadi 8 jam sehari. Aksi ini berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 1 Mei.

Demonstrasi damai menuntut pengurangan jam kerja itu pun berakhir dengan korban dan kerusuhan. Sekitar 180 polisi menghadang demonstrasi dan memerintahkan agar demonstran membubarkan diri. Tiba-tiba, sebuah bom meledak di dekat barisan polisi. Bom ini merupakan hasil konspirasi gerakan anarkis dari atas Haymarket Square yang dilemparkan ke barisan polisi karena ingin membuat kekacauan dalam peringatan mayday.

Akhirnya, polisi pun membabi-buta menembaki buruh yang berdemonstrasi. Akibatnya korban pun jatuh dari pihak buruh pada tanggal 3 Mei 1886, empat orang buruh tewas dan puluhan lainnya terluka. Dengan tuduhan terlibat dalam pemboman delapan orang aktivis buruh ditangkap dan dipenjarakan. Akibat dari tindakan ini, polisi menerapkan pelarangan terhadap setiap demonstrasi buruh. Namun kaum buruh tidak begitu saja menyerah dan pada tahun 1888 kembali melakukan aksi dengan tuntutan yang sama. Selain itu, juga memutuskan untuk kembali melakukan demonstrasi pada 1 Mei 1890.

Pada bulan Juli 1889, Kongres Sosialis Dunia yang diselenggarakan di Paris menetapkan peristiwa di AS tanggal 1 Mei itu sebagai hari buruh sedunia dan mengeluarkan resolusi berisi:

Sebuah aksi internasional besar harus diorganisir pada satu hari tertentu dimana semua negara dan kota-kota pada waktu yang bersamaan, pada satu hari yang disepakati bersama, semua buruh menuntut agar pemerintah secara legal mengurangi jam kerja menjadi 8 jam per hari, dan melaksanakan semua hasil Kongres Buruh Internasional Perancis.

Resolusi ini mendapat sambutan yang hangat dari berbagai negara dan sejak tahun 1890, tanggal 1 Mei, yang diistilahkan dengan May Day, diperingati oleh kaum buruh di berbagai negara, meskipun mendapat tekanan keras dari pemerintah mereka.

______________________________________________________________________

Yup sobat… itulah sejarah singkat peringatan Mayday di dunia. Buruh dan pekerja Indonesia pun boleh turut memperingatinya, namun harapannya jangan biarkan para buruh hanya sekedar tuntutan. Saatnya para pengusaha dan penguasa turut  memanusiakan kaum buruh dan memberikan hak-hak mereka, karena tanpa mereka industri tak ada artinya.

sumber :
ruanghati.com
inspirasidaun

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s