berita · event · istimewa

Dari Merapi Membangun Mimpi


Bangunan-bangunan bambu menjadi ciri khas dari komplek itu. Komplek hunian sementara atau shelter  yang dua tahun lalu dibangun pasca erupsi Merapi tersebut hingga kini masih berdiri kokoh. Tak sesepi kala baru dibangun, dua tahun berlalu telah meramaikan komplek ini dan menjadikannya sebuah kampung yang asri. Aktivitas masyarakatnya pun berjalan  dengan baik. Geliat kegiatan ekonomi terlihat dari telah munculnya koperasi dan unit usaha rumah tangga di shelter tersebut.

Ahad yang lalu, menjadi hari yang istimewa di shelter gondang satu.  Sekitar 150 anak usia SD dari TPA se-kecamatan Cangkringan berkumpul di lapangan bola shelter gondang satu bersiap untuk berkompetisi. Seakan lupa dengan kejadian yang menimpa mereka dua tahun yang silam, wajah mereka tampak ceria dan penuh semangat.

Pagi itu Gerakan KAMMI Mengajar (GKM) mengadakan Festifal GKM yang bertajuk ‘Dari Merapi  Membangun Mimpi’. Acara yang bernafaskan Islam ini berisikan berbagai macam perlombaan serta hiburan untuk anak-anak Merapi. Lomba yang dipertandingkan diantaranya lomba menggambar, mewarnai, membuat celengan dari kardus, hafalan surat pendek, serta lomba Da’I Cilik.

Pada lomba menggambar, sebagian besar anak terlihat menggambar gunung dengan pemandangan sawah yang indah, mungkin karena begitu cintanya mereka dengan tempat tinggalnya. Merapi, gunung yang setiap pagi selalu menyapa mereka seolah tak terpisahkan.  Meskipun begitu, ada yang unik juga. Seorang anak menggambar gunung namun tidak dikelilingi sawah, melainkan dengan sebuah masjid berwarna oranye yang berdiri kokoh di depannya. ~ semoga masjid selalu menjadi inspirasinya~.

Festival GKM juga menghadirkan Nita, Juara 3 Pildacil ANTV. Ustadzah kecil yang baru naik kelas 3 SD ini tampil percaya diri selama 15 menit di atas panggung. “Accalamualaikum walohmatullohii wabalokatuuh.” sapa Nita membuka ceramahnya dengan salam.

Nita memberikan nasehat kepada para orang tua agar lebih sering memuji dan memotivasi anak-anaknya. Selama ini banyak orang tua sering memberi energi negatif dengan melarang dan menyalahkan anak jika sang anak melakukan suatu hal baru. Nita menegaskan ~dengan bahasanya yang lucu~ agar orang tua bisa mengarahkan anak dengan memuji dan memotivasinya agar anak-anaknya cerdas dan berprestasi.

Selain Nita, festifal GKM juga dimeriahkan oleh Nasyid Al Ghifari, dongeng dari Kak Wawan, serta kuis berhadiah dari Kak Kharis (Bapak GKM).

Menjelang Ashar, acara ditutup dengan pengumuman pemenang masing-masing perlombaan yang hadiahnya langsung diberikan oleh Nita kepada para pemenang.  Senyum bahagia terpancar dari wajah para pemenang.

Akhirnya, adzan Ashar menutup perjumpaan kami dengan anak-anak Merapi yang telah dijemput orang tuanya. Lambaian tangan menandakan perpisahan kami di sore hari itu. Namun, hal itu bukanlah perpisahan selama-lamanya, karena perjuangan meraih mimpi yang sebenarnya masih terus berlanjut.

Sesuai taglinenya : “berbagi, memotivasi, menginspirasi.“ aku yakin GKM dan TPA di Merapi masih akan terus membersamai anak-anak dalam menggapai mimpi-mimpinya. Semoga.

3 thoughts on “Dari Merapi Membangun Mimpi

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s