Islam · istimewa

Belajar dari Para Investor Surga


Masih dalam suasana Ramadhan yang penuh keberkahan, dua mobil baru (Nissan New Grand Livina dan Daihatsu  Luxio)  keluaran tahun 2011 terparkir di halaman depan kantor PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta. Mobil-mobil ini merupakan barang sedekah dari pengusaha-pengusaha yang juga merupakan jamaah Daarul Qur’an.

Dari obrolan singkat yang aku dapatkan dengan pengurus PPPA, aku jadi tau bahwa mereka yang bersedekah ini adalah mereka yang memang rutin bersedekah. Bahkan, sebenarnya juga ada yang tengah dililit masalah dengan keuangan. Wew… Subhanallah, dalam kesulitan pun mereka ingat bersedekah sebanyak ini, semoga dalam senang sedekahnya pun tak surut.

Jika kita membaca kisah Rasulullah dan para sahabat dulu, Rasulullah dan para sahabat mengajarkan kita untuk menjadikan sedekah sebagai kebiasaan.sedekah bukanlah suatu hal yang langka. kedermawanan mereka dengan bersedekah selalu ditunjukkan pada tiap kesempatan. Lihat saja Abdurrahman bin Auf, seorang saudagar kaya di Madinah pada masanya senantiasa bersedekah dalam jumlah 40.000 dinar tiap kesempatannya. Jika dikonversi kerupiah, nilai 40.000 dinar itu setara dengan 64 Miliar rupiah, Masyaallah… Lebih keren lagi, seorang sahabat yang paling utama Abu Bakr As Sidiq bahkan rela menyedekahkan seluruh hartanya demi perjuangan dan kemajuan Islam. “Cukuplah bagiku Allah dan Rasulnya.” Ujar beliau penuh kemuliaan. Belum lagi kisah-kisah sedekah inspiratif dari para sahabat lainnya.

Sedekah itu ibarat menanam sebuah benih, benih itu kemudian tumbuh menjadi tujuh bulir yang mana tiap tujuh bulir itu masing-masing terdapat seratus biji. Bayangkan jika kita bersedekah Rp.1000, di dunia, diakhirat kelak ia akan tumbuh menjadi Rp. 700.000. Bahkan Allah akan melipat gandakan lagi sesuai kehendaknya. Hmm… Apalagi jika sedekahnya di bulan Ramadhan ketika semua amalan dilipat gandakan ganjarannya, jadinya pasti akan lebih banyak.

Membiasakan sedekah menjadikan hidup kita lebih bermakna karena orang yang mendapatkan manfaat sedekah akan senang, Allah pun juga senang. Lalu bagaimana jika kita tidak punya harta ? Tenang saja, Rasulullah telah memberikan solusinya: “Sesungguhnya setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, menyeru kepada kebaikan adalah sedekah, dan berhubungan dengan istri adalah sedekah (HR. Muslim).”

Bagaimanapun kondisi ekonomi kita, mari mulai bersedekah semampu kita agar kita punya investasi untuk persiapan menghadapi akhirat nanti. Wallahualam.

#InspirasiSedekah

 

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s