resensi

The Messiah Project


Penulis : R.h. Fitriadi
Penerbit : Semesta (Kelompok Penerbit Pro-U Media)
Tahun terbit : 2011
Jumlah halaman : 524 Halaman
Genre : Fiksi

Meskipun belinya sudah setahun yang lalu, baru bulan juli yang lalu novel ini selesai kubaca. The Messiah Project merupakan kelanjutan dari novel pertama R.H Fitriadi yang berjudul The Gate of Heaven.  The Messiah Project terdiri dari potongan-potongan peristiwa di Amerika, Israel, dan Mesir yang secara komperhensif memiliki keterkaitan satu sama lainnya.

Di Amerika, dua belas mantan agen rahasia NSA (National Security Agency) membelot dari lembaganya karena telah mengetahui rezim zionis yang selama ini mengatur negaranya. Mereka bertekad untuk membongkar kekuatan besar yang selama ini bersembunyi dibalik lembaga pemerintah tersebut. Target serangannya tak main-main para petinggi organisasi bayangan Israel di Amerika yang disebut ‘para bijak’ serta badan intelijen dna departemen pertahanan tak luput dari serangan yang sistematis.

Di Fasilitas Nuklir Negev, Jonathan sang pemimpin para pengendali tengah mempersiapkan serangan balasan atas kekalahan operasi Cash Lead II di jalur Gaza oleh tentara Hamas. Tujuan utama mereka untuk balas dendam, serta mengambil kembali para pengendali generasi ketiga yang ditawan oleh para pejuang hamas untuk mensukseskan proyek besar Messiah yang tengah mereka bangun. Proyek membangkitkan generasi Solomon yang dilakukan dengan menggunakan rahim-rahim perempuan Arab Palestina.

Di Mesir, Nafisa seorang dokter muda Palestina yang tengah mengandung, tiba-tiba didatangi oleh petugas keamanan di kediaman saudaranya untuk kembali di deportasi ke Palestina. Sebelum Nafisa dibawa, sekumpulan pria bersenjata tiba-tiba menembaki para petugas keamanan dan menculik Nafisa.

Novel ini sangat menarik bagi pembaca yang menyukai misteri dan teka-teki, setiap sequelnya akan membuat anda penasaran dan sayang untuk dilewatkan. Pembaca akan dibuat berdecak kagum membaca bentuk-bentuk konspirasi yang disajikan penulis. Lokasi yang digambarkan juga sangat detail, begitupun dengan teknologi masa depan dan perang cyber yang digambarkan mampu membuat pembaca berimaji dan terasa include di dalamnya.

Kekurangan novel ini adalah plot-plot cerita yang saling meloncat satu dengan lainnya. Seringkali pembaca dibuat bingung jika tidak teliti mengikuti kisah yang disajikan. Akan tetapi, itulah yang membuat novel ini menjadi unik dan membuat pembaca penasaran hingga akan membacanya dengan ketelitian yang sangat tinggi.

Novel ini sangat rekomended buat sobat yang senang membahas teori konspirasi dan strategi. Ga’ bakalan rugi deh… =D

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s