Islam · istimewa · opini

Rohingya & Kecacatan Statement “Bukan Masalah Agama”



Membaca opini yang ada statement “masalah Palestine bukan masalah agama, masalah Rohingya bukan masalah agama” bikin telinga ini jadi panas. Jika yang teraniaya itu ‘kebetulan’ beragama islam maka statement tersebut muncul. Tujuannya ya sudah jelas, agar umat islam yang menyaksikan konflik tersebut berkurang ukhuwah dan kepeduliaannya untuk membantu dengan dalih,” oo… itu cuma masalah politik, oo… itu cuma masalah etnis, oo… itu cuma  masalah kebangsaan, jangan bawa-bawa agama.” Akhirnya semangat untuk membantu tersebut hanya dilatar belakangi perasaan ‘kasihan’.

Cara pandang ini yang seharusnya kita perbaiki. Sebagai muslim, masalah apapun yang melanda saudara seiman, seperti pembantaian, pengusiran, dan lain sebagainya adalah masalah agama yang harus diselesaikan. Masalah agama tak melulu harus diselesaikan dengan perang. Islam sangat menjunjung tinggi kedamaian dan kerukunan antar umat beragama. Perang hanyalah jalan terakhir untuk mempertahankan diri dari serangan musuh yang ingin menghancurkan Islam. Sebagai muslim pilihannya hanya dua: hidup mulia atau mati syahid. Kemuliaan hidup muslim Rohingya yang saat ini tertindas pun patut diperjuangkan bagaimanapun caranya.

Tragedi Rohingya akar masalahnya memang masalah etnis, namun kini mulai bergeser ke masalah agama. Buktinya terjadi pembakaran terhadap masjid dan pembunuhan terhadap kaum muslim yang sedang beribadah, bahkan ada laporan oknum biksu pun turut menyebar kebencian kepada Rohingya. Padahal kalo nonton film serial kera sakti, yang aku tahu biksu itu adalah tokoh Agama Buddha yang sangat cinta kedamaian, jangankan membunuh, makan daging saja ia tidak mau. Tapi yang terjadi di Myanmar mungkin karena pengaruh junta militer yang masih teramat kuat di sana.

Kalau memang Rohingya cuma sekedar masalah HAM, harusnya Amerika dan negara barat yang paling vokal memperjuangkan HAM, bertindak terdepan untuk menyelesaikan hal ini. Bahkan Myanmar yang punya Aung San Su Kyi, pejuang HAM yang mendapat nobel perdamaian sampai saat ini pun kenapa masih diam saja ?

Kalau memang Rohingya cuma sekedar masalah HAM, kenapa tak ada pejuang HAM yang berusaha mengekpose kejahatan yang terjadi di rohingya selama bertahun-tahun lamanya ?

Nyatanya label HAM tak juga menyelesaikan masalah yang dihadapi kaum muslimin. Kalo kita lihat pelanggaran HAM yang terjadi selama ini, sebagian besar menimpa kaum muslimin. Bukan hanya Rohingya dan Palestina, Muslim Uighur China, Chechnya, dan Muslim di Eropa juga mengalami diskriminasi atas hak-hak agamanya.

Sebagian orang mungkin masih melihat konflik Rohingya sebagai masalah HAM belaka, tapi bagi umat islam yang masih menjunjung tinggi keislamannya, tragedi Rohingya adalah masalah agama. Bukan konflik antara Islam dengan Agama Buddha, tapi Islam dengan orang-orang yang tidak suka dengan Islam, siapapun mereka.

Wajarlah  jika para pemimpin dunia Islam bersuara keras setelah melihat realita yang terjadi. Mulai dari Raja Arab Saudi yang mengecam keras, sampai Turki yang mengirimkan menteri luar negeri dan ibu negaranya langsung ke Myanmar untuk melihat situasi. Determinasi yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar dan penduduk Rakhine di Arakan atas Rohingya sudah seperti apa yang dilakukan Yahudi di tanah Palestine.

Maka suatu hal yang lumrah jika sebab tragedi Rohingya ini dunia Islam bergejolak. Bahkan statement “ini cuma masalah HAM, bukan agama”, tidak akan menghentikan semangat ukhuwah atau rasa persaudaraan dan sepenanggungan kaum muslimin. Ukhuwah ini tidak terbatas sekat-sekat negara. Setiap masalah yang mendera umat Islam adalah masalah bersama yang juga harus diselesaikan dimanapun ia berada.

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s