Islam · istimewa · kontemplasi

Puasa Menyehatkan ?



Organisasi kesehatan dunia (WHO) mendeskripsikan kesehatan dalam tiga hal, yaitu kesehatan fisik, kesehatan mental, dan kesehatan sosial. Namun , hal ini disangkal oleh pakar kesehatan UGM dr. Ginus Partadireja MSc. PhD.  Menurut beliau, bagi umat Islam makna kesehatan bukan hanya terdiri dari tiga hal tersebut, melainkan terdiri atas empat hal, yaitu  kesehatan spiritual, fisik, mental, dan sosial. Dalam hal ini, puasa dapat menjaga empat hal tersebut agar tetap ada dalam diri manusia.

Puasa menjaga kesehatan spiritual sudah sangat jelas. Dalam berpuasa kita diwajibkan untuk tidak makan, tidak minum, dan menjaga nafsu kita. Nafsu merupakan sumber segala masalah yang kita hadapi. Orang yang menuruti nafsunya biasanya adalah orang yang mudah emosi, suka merasa tidak puas, dan mudah terjerumus ke dalam hal-hal yang dibenci Allah. Puasa mendidik kita untuk menjauhi hal tersebut agar kita menjadi orang yang bertakwa.

Puasa Ramadhan dapat menjaga kesehatan fisik secara ilmiah belum ada penelitian yang dapat membuktikan. Hadist yang mengatakan “shaumu tashifu” ‘berpuasalah maka kamu akan sehat ‘ yang menurut ulama perawinya dhaif juga tidak sepenuhnya dapat dijadikan rujukan. Namun berdasarkan pengalaman yang banyak orang rasakan, orang yang rajin berpuasa fisiknya kuat dan sehat. Tentunya puasa yang benar dan tidak ‘balas dendam’ saat berbuka. Puasa menjaga kita dari makan dan minum yang berlebih-lebihan dengan begitu kerja saluran pencernaan menjadi normal dan meminimalisir masuknya kuman penyebab penyakit yang dibawa oleh makanan.

Terkait tidak makan dan minum berlebih ini Rasulullah menguatkan dalam sabdanya: “Seseorang cucu Adam tidak pernah memenuhi satu bejana yang lebih jelek daripada perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap yang dapat menegakan punggungnya. Jika makan hendaklah sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk minuman” (H.R. Bukhari).

Puasa menjaga kesehatan mental artinya puasa mengajarkan kita untuk memahami mana yang baik dan buruk , serta benar dan salah. Puasa adalah ibadah yang hanya kita dan Allah yang mengetahui. Bisa saja diam-diam kita pergi ke warung siang-siang buat mencari sesuap nasi tanpa diketahui oleh teman-teman kita. (Seperti iklan sebuah parpol yang sering nongol di MNC, dan MetroTV), Yang tahu tentunya hanya kita,  Allah, dan penjual nasinya. Di sinilah mental kita diuji, apakah tetap akan lanjut melahapnya di tempat, atau membawa pulang untuk persiapan buka puasa saat maghrib.

Yang terakhir, puasa menyehatkan secara sosial karena pada bulan Ramadhan kita dianjurkan untuk beramal dan membantu orang yang tidak mampu.  Kita dianjurkan untuk banyak-banyak bersedekah. Bahkan Rasulullah menjelaskan bahwa memberii makan orang yang berbuka saja ganjarannya pahala. Bersedekah dapat ‘menyehatkan’ masyarakat dari masalah yang dihadapinya. Orang yang diberi akan bahagia, sedangkan orang yang memberi pahalanya dilipatgandakan.

Dari penjelasan yang singkat tersebut, apa masih perlu kita bertanya “apakah puasa menyehatkan ?” terlepas dari seumua kontroversi dan apapun jawabannya, mari tingkatkan amal-amalan kita di puasa yang tinggal beberapa hari lagi ini . Semoga puasa kita diterima oleh Allah Subhanawata’ala dan kita benar-benar menjadi orang yang seperti disebutkan dalam surat Al Baqarah 183. “laallakum tattaqun

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s