Islam · istimewa · travelling

Inspirational Meeting with Pak Cah


Sinar mentari pagi itu begitu hangat. Dari sebuah halaman masjid di selatan RS. Dr. Sardjito, Aku, Nasrul, Puspita, dan temannya Puspita telah bersiap untuk pergi ke sebuah tempat yang menginspirasi.

Begitu masuk wilayah Banguntapan Bantul,  kepadatan kendaraan yang lalu lalang berkurang. Suasana berubah jadi nyaman dan asri, keruwetan lalu lintas menghilang berganti indahnya persawahan yang hijau membentang.

Akhirnya, tibalah kami di sebuah rumah besar tanpa pagar yang tak kalah menawan. Rumah yang terlihat mewah namun berbalut kesederhanaan. Sang bapak yang tengah mencuci mobil, dengan ramah mempersilahkan kami untuk masuk ke ruangan dan menunggu.  Selang beberapa menit kemudian ustadz Cahyadi Takariawan atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Pak Cah keluar dengan setelan kemeja batik warna kuningnya tersenyum menyapa kami.

Di dalam ruang tamu yang penuh dengan koleksi buku itu kami berbincang singkat dengan Pak Cah mengenai kepenulisan dan penerbitan.Dalam diskusi singkat ini, Pak Cah bercerita mengenai dinamika penerbitan sebuah buku. “Buku yang baik adalah buku yang mampu menyampaikan idealisme si penulis ke orang lain dengan emosi yang sama.”

Sebuah buku yang baik bukan hanya dilihat dari isi tulisannya saja, namun juga dari kemasannya. Hal ini karena yang pertama kali dilihat oleh calon pembaca adalah cover depan, judul buku, serta resensi atau testimoni yang ada di cover belakang buku. Ujar Pak Cah menjabarkan.

Dalam kesempatan ini, Pak cah juga bercerita tentang pengalamannya menulis dari waktu ke waktu. Saat bertugas di Jakarta, maupun berpetualang di Indonesia timur. Pak Cah memang hobi menulis, waktu luang menunggu pesawat di bandara, maupun waktu menunggu rapat yang tak kunjung dimulai biasanya dimanfaatkan oleh Pak Cah untuk menulis.

Terkait penerbitan, Pak Cah mengakui jika selama telah menulis 40 buku, baru buku terakhir yang berjudul “Wonderfull Family”  yang benar-benar ia perhatikan cover, tata letak, dan keseluruhan kemasannya. Hal ini baru ia sadari ketika akan menjamah pasar yang lebih luas sekelas “Gramedia” sebut Pak Cah.

Silaturahim ini bukan tanpa maksud. Kami yang datang ke rumah Pak Cah ini mewakili rekan-rekan Pejjuang 07 (komunitas aktivis kampus angkatan 2007) yang berencana akan menerbitkan sebuah buku.

Dari penjelasan yang kami berikan kepada Pak Cah mengenai buku ini, banyak masukan yang kami dapatkan. Salah satunya mengenai teknik marketing buku dan memillih judul yang powerfull. Pak Cah juga memberikan saran agar buku diedit oleh penulis yang telah berlevel nasional seperti Ustadz Salim Al Fillah atau dari FLP. Oh ya… Pak Cah juga memberikan masukan  sebuah judul “Beginilah Dakwah Kampus Mengajarkan … “ Tapi hal ini akan kami pertimbangkan dulu. Nantinya setelah naskah selesai kami akan kembali bersilaturahim ke Pak Cah dan mungkin beberapa penulis besar lainnya.

Bagi sahabat yang penasaran sama bukunya, nantikan saja. Semoga bisa menjadi sebuah karya yang fenomenal.

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s