kontemplasi · opini

Fenomena Promosi Diskotik


Sebagai kota wisata, Jogja memang pangsa pasar yang tepat untuk mempromosikan berbagai macam acara dan hiburan. Bukan hanya untuk menarik perhatian turis asing maupun domestik yang sengaja liburan ke jogja, tetapi juga mahasiswa dan pelajar yang kian ramai menuntut ilmu di kota ini.

Status kota wisata ini ternyata juga dimanfaatkan oleh para pemilik night club a.ka. diskotik untuk mempromosikan tempat “wisata”nya. Hal ini dapat kita lihat dari promosi night club  yang kini kian menjamur di Yogyakarta. Jika kita perhatikan dengan seksama, di jalan-jalan protokol di Yogyakarta seperti Jalan Kaliurang, Jalan Gejayan, Jalan Magelang, dan Jalan Solo telah banyak terbentang spanduk-spanduk night club ini. Sebut saja yang paling sering muncul ; Hugo’s, Liquid, dan Boshe. Di beberapa titik juga terdapat Baliho besar yang mempromosikan tempat-tempat tersebut.

Yang paling menarik, promosi night club ini paling banyak berada di jalan sekitar kampus yang notabene sering dilewati oleh pelajar. Memang promosi yang ditampilkan jauh dari kesan pornografi dan hedonisme, tetapi pemilihan kata-kata yang digunakan dalam promosi sering kali mengundang rasa penasaran terutama bagi kaum muda. Terutama yang berasal dari kalangan menengah ke atas.

Sadar tidak sadar, fenomena ini telah berlangsung sejak lama. Yang aku perhatikan beberapa tahun lalu, hanya publikasi Hugo’s Cafe yang sering terlihat di jalan raya, itupun dengan spanduk yang tidak begitu besar.  Namun, seiring berjalannya waktu, night club mulai berani beriklan dengan spanduk dan baliho yang lebih besar. Yang unik, pada saat Ramadhan 1433 Hijriah lalu, perusahaan-perusahaan hiburan malam ini juga sangat antusias dalam memberikan ucapan selamat dan beriklan dengan cara yang tak kalah menarik, dan tentunya disesuaikan dengan kondisi bulan Ramadhan.

Kini, intensitas promosi spanduk sepertinya makin bertambah banyak dan makin bervariasi saja.

Aku menyebutnya sebagai ‘Fenomena dibalik fenomena’. Segala sesuatu pasti ada sebab akibat. Biasanya, sebuah perusahaan yang intensitas iklannya semakin sering, menandakan bahwa perusahaan tersebut produk atau jasanya laris manis.  Jika begitu faktanya, artinya pengunjung night club di Yogyakarta kini mulai ramai. Night club mungkin saja menjadi sebuah pilihan wisata menarik bagi sebagian orang yang kini tinggal di Yogyakarta.

Entah benar atau salah, tulisanku di atas ini baru asumsi pribadi. Mungkin ada yang punya data lebih baik untuk menjelaskan fenomena ini. Yang kubayangkan jika saja spanduk yang bertebaran itu bukan spanduk night club tetapi spanduk kajian dan pengajian, mungkin kota ini akan terasa lebih nyaman dan menyejukkan.

One thought on “Fenomena Promosi Diskotik

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s