kontemplasi

Kematian yang Indah



Peristiwa kecelakaan bus yang mengangkut rombongan mahasiswa di Purwokerto sepekan yang lalu (4/11/12) masih melekat erat di otakku. Bukan sekedar peristiwa biasa yang berlalu bagai angin saja, kecelakaan yang merenggut nyawa dua aktivis dakwah yang shalihah ini sungguh menyimpan  ibrah yang dalam. Novilia Lutfhiatul Khoriyah dan Esti Nuha Ilma Zakiyah nama mereka dikenang oleh penduduk bumi dan disanjung oleh penduduk langit. Teringat Firman Allah :

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Ali Imran: 169-170)

Mereka berdua bukanlah sosok yang aku kenal, aku bahkan tak pernah bertemu sekalipun. Tapi mereka sungguh memberiku pelajaran, memberiku sedikit keberanian untuk berbicara tentang kematian. Terutama dari Novi, lewat tulisannya serta cerita kawan-kawannya yang tertulis di media.

Ia masih sangat muda (19 tahun), jauh lebih muda 3 tahun dariku. Namun semangatnya untuk berdakwah dan bersiap menyambut kematian dengan persiapan terbaik sungguh luar biasa. “wahai ukhti, engkau sungguh benar-benar dicemburui oleh bidadari surga.”

Kematian pasti terjadi pada setiap yang bernyawa “Kullu nafsin zaa iqotul maut“ (QS. Ali Imran: 185), maka jika masih ada orang yang ketakutan akan kematiannya sungguh itu perbuatan yang sia-sia. Kita memang tidak tahu kapan kematian akan bertamu, sehingga yang terpenting adalah bagaimana kita mempersiapkan pertemuan itu dengan sebaik-baiknya, dengan amalan terbaik di setiap harinya.

Sepenggal doa Novi yang diucapkan dalam blognya mungkin akan menguatkan hati kita untuk berjumpa dengan kematian : “Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut.

Saat seorang manusia menjumpai sakaratul mautnya, beberapa pasukan malaikat pencabut nyawa yang dipimpin oleh Malaikat Izrail akan datang kepadanya dan bergantian melepaskan ruh dari raga sang manusia.

 Pasukan pertama perlahan akan melepas ruh dari ujung kaki hingga ke lutut hingga kedua kakinya mati rasa.  Pasukan kedua datang dan melepaskan ruh dari lutut hingga ke perut dan ia pun akan mati rasa.

Lalu pasukan ketiga datang dan melepaskan ruh dari perut sampai ke dada sehingga dadanya akan terasa sesak.  Yang terakhir pasukan malaikat datang dan melepas ruh dari dada hingga ke kerongkongan. 

Pada saat itu, Malaikat Jibril datang dan menyampaikan kabar kepadanya. Untuk orang-orang yang beriman, sholeh dan hidupnya dipenuhi kebaikan, Jibril akan membuka sayapnya yang di sebelah kanan dan menampakkan kedudukannya di surga, sehingga seorang sholeh ini akan takjub dan tak dapat lagi berkata-kata, ia hanya bisa tersenyum memandangnya.

 Sedangkan untuk orang yang mungkar, Jibril akan membuka sayapnya yang di sebelah kiri dan menampakkan tempat tinggal untuknya di neraka, sehingga orang ini sangat ketakutan dan tak dapat lagi berkata-kata, hanya tatapan kosong yang ada di matanya.

 Setelah ditampakkan oleh Jibril tentang kedudukan sang manusia di akhirat, maka Izrail menyelesaikan tugasnya untuk mengangkat ruh dari raga. (Detik-detik kematian yang disampaikan oleh Rasulullah kepada Sahabat, – tausiyah Ustadz Yusuf Mansur)

 Mengingat kematian adalah cara terbaik untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Mengingat kematian mengembalikan fitrah kita sebagai manusia yang punya rasa cinta, takut, dan harap. Karena sebaik-baik manusia bukanlah yang matinya lama (umur panjang), tapi yang matinya dalam keadaan terbaik, Khusnul Khotimah.

Semoga kita termasuk orang-orang yang telah mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan amalan terbaik, dan perbekalan terbaik. Amiin.

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s