Islam · kontemplasi

Cemburukah ?


Tiba-tiba pengen nulis aja tentang cemburu. Cemburu… sebuah perasaan yang seringkali membuat jiwa kita terusik dan ingin bereaksi.

Setiap kita pasti pernah merasakannya. Mulai dari cemburu saat kita masih kecil, saat kita melihat saudara kita mendapat kasih sayang lebih dari orang tua. Atau cemburu saat kita beranjak remaja, saat melihat teman / saingan kita lebih berprestasi dibanding kita. Atau saat kita beranjak dewasa, saat melihat orang yang kita sayangi mendapatkan / memberikan perhatian lebih ke orang lain.

Cemburu memang beda tipis dengan benci. Jika benci membuat kita selalu ingin menjauh dari hal yang kita benci tersebut, Cemburu sebaliknya. Cemburu selalu melibatkan rasa takut akan kehilangan. Cemburu melibatkan perasaan, pikiran dan tingkah laku dalam ruang yang sangat luas. Perasaan yang terlibat adalah cinta, sakit, marah, gusar, benci, takut, sedih dan sebagainya.

Orang yang merasakan cemburu, menandakan bahwa masih terdapat rasa cinta di dalam hatinya. Karena rasa cinta selalu identik dengan keindahan, jangan sampai rasa cemburu yang melanda jiwa merusak cinta kita dan membuat kita melakukan hal-hal bodoh yang melanggar syariat. Ingat, cinta itu beda dengan nafsu ya…!

Rasa cemburu biasanya meningkatkan nuansa kompetisi dalam diri orang yang merasakannya, maka ibarat sebuah kompetisi sudah sepantasnya ia berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi untuk menjadi pemenang, tentunya dengan cara yang baik pula.

Kalo dalam islam, cemburu itu diartikan sebagai Al-Ghairah. Maknanya, cemburu adalah kebencian seseorang yang mencintai ketika disamai dengan orang lain dalam hak-haknya. Ya… Cemburu hanya muncul bagi orang yang mencintai. Cemburu itu termasuk sifat yang baik dan mulia jika mampu ditempatkan pada tempatnya. Hal ini karena cemburu merupakan fitrah yang tercipta pada diri setiap manusia. Cemburu yang dipupuk dengan nilai-nilai keimanan berfungsi sebagai penjaga kemuliaan dan kehormatan manusia. Perasaan cemburu yang baik tersebut haruslah sesuai dengan islam yang mengutamakan kesabaran, ilmu, keadilan, kebijaksanaan, kejujuran, ketenangan dan kelembutan.

Sebaik-baik cemburu adalah cemburu karena Allah, cemburu ketika melihat orang lain bisa memberikan sesuatu yang lebih baik dalam beribadah kepada Allah, cemburu ketika melihat orang lain lebih banyak memberikan manfaatnya buat umat, cemburu ketika mengetahui ada orang yang lebih panjang sujud-sujud malamnya dan selalu mendoakan saudaranya ditengah kesunyian.

 “Sesungguhnya Allah cemburu, orang beriman cemburu, dan cemburu-Nya Allah jika seorang Mu’min melakukan apa yang Allah haramkan atasnya” (HR. Imam Ahmad, al-Bukhari dan Muslim).

Nah, untukmu yang sedang dilanda cemburu, jangan sampai cemburumu menjadi cemburu buta yang membuatmu tak bisa berjalan normal, tabrak sana-tabrak sini. Namun, kelola-lah cemburumu menjadi mutiara yang berkilau. Yang tenang dan penuh kesabaran, menjadi penjaga kehormatan dan kemuliaan, yang mampu meningkatkan kualitas dirimu untuk jadi lebih baik lagi. smile…

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s