istimewa

Nasehat Perjalanan


Pagi itu aku tengah berdiri di dalam gerbong kereta commuter line perjalanan Bogor-Jakarta. Lumayan melelahkan karena satu jam perjalanan harus dilalui dengan berdiri tegak. Sesekali aku menengok keluar, mencatat nama-nama stasiun yang kulewati. Takut kelewatan, soalnya ini merupakan pengalaman pertamaku naik commuter line. Tujuanku pagi itu adalah stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang katanya paling dekat kalau mau ke terminal Lebak Bulus.

Sedang asyik menulis di buku catatan, tiba-tiba dari belakang, seorang bapak sekitar umur 70 tahun memegang pundakku sambil melangkah gontai. Ia hampir terjatuh “maaf ya nak.” Ujarnya sambil tersenyum. Aku pun merangkulnya dengan sigap, “ga’ apa-apa pak.” Perjalanan pagi itu akhirnya jadi menyenangkan, karena ada teman ngobrol di perjalanan.

Sang bapak akan menuju stasiun Tebet, ada salah seorang temannya yang meninggal dunia, dan dia bermaksud takziah ke sana. “Bapak kok sendirian ? ga’ sama anaknya ?” tanyaku. Sang bapak terkekeh, “hehehe… saya sudah biasa naik kereta sendiri nak, dulu keretanya beda dengan yang sekarang. Dulu keretanya kumuh, sekarang sudah bagus, sudah pake kipas angin.” Ujarnya. Memang terkesan tidak nyambung dengan pertanyaanku, tapi kemudian dia melanjutkan. “ Anak bapak sudah kerja semua, yang satu di Jakarta, satu lagi ke Jawa.” Tuturnya. Sang bapak pun melanjutkan ceritanya panjang lebar. Sesekali nasehat terselip di setiap ceritanya.

Suasana pagi menjelang siang di kereta itu terasa singkat, tak terasa sudah sampai di stasiun Pasar Minggu, tempat yang aku tuju. Aku pun bepamitan dengan sang bapak. Ia balas salamku dengan senyuman dan lambaian tangan.

Dari luar gerbong kereta, aku melihat sang bapak masih berdiri tegak, merangkul pegangan tangan, sambil sesekali mengurut kakinya yang pegal. Belum ada orang yang rela memberikan tempat duduknya pada sang bapak.
Dalam hati aku berucap, “hati-hati di jalan pak, semoga selamat sampai tujuan dan sehat selalu.”

Satu nasehat dari sang bapak yang teringat jelas. “Nak, jaman sekarang itu banyak anak muda yang salah pergaulan, mabuk-mabukan, tawuran, pacaran kelewatan. Jangan begitu ya nak, jadilah anak baik yang membanggakan orang tua, bekerjalah yang baik, yang penting halal dan bermanfaat.”

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s