istimewa

Mengeluh dan Melenguh


mengeluh

“Sungguh manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia menjadi kikir.” ( Al Ma’arij : 19-21)

Mengeluh. Sifat dasar manusia ini telah Allah tuliskan dalam kitabnya yang mulia. Bahkan ditambahi dengan kata “sungguh”. Maka artinya bukan sekedar main-main, tapi memang benar yang sebenar-benarnya.

Sedikit berbeda dengan melenguh, sebuah perilaku yang dimiliki oleh makhluk Allah yang lain, sebut saja kerbau. Perilaku yang senantiasa keluar saat ia merasa lapar, ingin kawin, atau dalam keadaan bahaya. Perilaku yang entah saat ini pun aku belum memahami makna yang tersirat di dalamnya. Sekedar gesekan udara tanpa makna yang keluar dari rongga-rongga mulut sang kerbau kah, ataukah sebentuk pujian atas keagungan sang pencipta.

Kerbau melenguh, adalah sunatullah karena hanya itulah yang ia bisa lakukan untuk mengungkapkan kesyukuran, bertasbih, dan memuji Allah, itu juga yang bisa ia lakukan saat berkomunikasi kepada kerbau lainnya, atau kepada manusia.

Manusia mengeluh pun adalah sunatullah, karena pada ayat di atas diterangkan bahwa Allah memang menciptakan manusia dengan sifat tersebut, tapi banggakah kita jika setelahnya kita hanya digelari predikat suka berkeluh kesah, dan kikir ? Apa kita tidak malu dengan sang kerbau yang melenguhnya saja bisa menjadi tasbih dan ungkapan kesyukuran ?

Mengeluh dan melenguh memang dua hal yang berbeda, tapi keduanya bisa jadi sama ketika makna yang dibawa sama. Karena kecewa keinginan tak tercapai. Makhluk yang satu ingin dapat pujian, makhluk yang lain ingin dapat makanan (baca : rumput), atau mungkin hal-hal yang lainnya.

Karena manusia adalah khalifatul ard, maka sebagai pembeda pantaslah
kita membaca ayat berikutnya :

“Kecuali orang-orang yang melaksanakan sholat, mereka yang tetap setia melaksanakan sholatnya. Dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan yang tidak meminta.” (Al Ma’arij : 22-25)

Ya… manusia boleh mengeluh, tapi mengeluhlah dalam sholat, dalam setiap sholat. Apapun problematika hidupnya mengeluh hanya pada Allah saja. Jangan sampai keluhan yang sederhana akhirnya menjadi luar biasa karena kita berkeluh kesah pada sesama manusia yang juga bisa mengeluh. Jika tak menjadi solusi, bisa-bisa muncul akumulasi keluhan yang dapat menjadi sampah, menebarkan bau busuk di ruang hati, mempersempit kelapangan telaga hati.

Ketika bahagia dalam harta pun kita harus mempersiapkan bagian tertentu untuk golongan yang telah Allah tuliskan, agar tak timbul kebusukan serupa, agar tak menjadi bencana.

Mengeluh boleh saja, tapi lakukanlah dengan cara terbaik yang telah Allah ajarkan, bukan diumbar-umbar atau digrosir dalam bentuk diskon. Agar mengeluhmu bukan sebatas lenguhan, bahkan lebih buruk.

Mengeluh boleh saja, tapi kuasailah jangan sampai berlebihan, karena jika tak dikuasai ia bisa seumpama air bah yang akan menghancurkan bangunan-bangunan ketaatan yang telah engkau susun perlahan. Karena mengeluh yang berlebihan itu sebuah bentuk keputus-asaan dari rahmat tuhan.

Hasan Al Banna pernah berpesan kepada para generasi muda agar jangan mudah mengeluh. “Janganlah engkau berputus asa. Karena berputus asa bukanlah akhlak seorang muslim. Ketahuilah bahwa kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan impian di hari ini adalah kenyataan di esok hari.”

Fikiranmu akan membawa kemana hatimu, lalu kerja-kerjamu, lalu berdampak kepada lingkungan di sekitarmu. Senantiasalah berfikir positif terhadap segala sesuatu yang kita alami, terhadap segala tantangan yang kita hadapi.

– kelas renungan-

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s