iptek · opini

Kemana Buah-Buahan Kita ?


Dosen Fakultas Pertanian di universitas manapun di Indonesia yang sudah banyak keliling dunia pasti akan bilang, buah-buahan terenak adalah milik Indonesia. Jenisnya macam-macam, rasanya, kandungan gizinya, warnanya, aromanya hmm… tak ada yang menyaingi di dunia.

Coba lihat pisang kita betapa banyak jenisnya, ada yg khusus buat dimakan langsung, ada yang enak kalau dibuat pisang goreng, ada juga yang khusus pisang rebus, khusus keripik pisang, maupun khusus buat makanan olahan lainnya.

Coba lihat mangga kita yang beraneka aromanya, ada yang banyak dagingnya seperti mangga indramayu, ada yang kuat aromanya seperti mangga arumanis, ada yang cantik warnanya seperti gedong gincu, dan banyak lagi.

Coba lihat jeruk kita, Indonesia punya jeruk dari yang paling kecil : jeruk kunci, sampai yang paling besar, jeruk bali. Dari yang paling kisut bentuknya : jeruk purut, sampai yang paling halus : jeruk berastagi, dari yang paling asam, sampai yang paling manis kita punya.

Sayangnya ada satu hal yang kita belum kita miliki, kemampuan untuk mempromosikan keunggulan buah-buahan ini kepada khalayak ramai, baik ke dunia Internasional maupun kepada masyarakat dalam negeri sendiri. Mirisnya, sebagian besar masyarakat lebih prestige beli buah impor dibanding buah lokal, karena tampilannya yang lebih eye-catching.

Aku ingin bandingkan dengan negara tetangga, yang sering kita sebut tukang klaim. Malaysia. Kemarin aku sempat baca-baca di perpustakaan Yayasan Indonesia Bangun Desa, dan disana aku menemukan beberapa brosur elegan punya kementerian pertanian Malaysia yang dibikin dalam dua versi English-Melayu.

Awalnya kaget juga saat baca brosur tersebut tertulis judul “Buah Malaysia”, padahal gambarnya itu pisang, rambutan, durian, semangka, nanas, sawo. Cuma uniknya mereka tampilkan khasiatnya, kandungan gizinya, value yang didapatkan dengan mengkonsumsi buah tersebut. Dan yang bikin menarik, desainnya itu pake perpaduan warna yang elegan, pake kertas hard cover jenis Ivory dengan laminasi doof  persis undangan pernikahan di gedung VVIP.

malaysian fruitWow…, berani-beraninya mereka mengklaim buah lokal kita, setelah kemaren reog dan tali bali mereka klaim. Apa ngga’ ada kerjaan lain selain mengklaim punya orang ? ‘sejenak nasionalisme pragmatisku (emosi) bermain’.

Namun setelah dipikir-pikir lagi benar juga ya, Malaysia kan juga punya iklim yang sama dengan Indonesia, so bisa jadi memang jenis buah-buahannya sama, dan ngga’ salah juga mereka mengklaim itu. Meskipun pada kenyataannya soal kuantitas dan rasa, Indonesia punya yang lebih unggul.

Akhirnya aku punya suatu kesimpulan. Sebenarnya masalah klaim-klaiman ini cuma soal siapa yang berani duluan. Kementerian Pertanian Malaysia lebih berani mempromosikan buah-buahannya dibanding Kementerian Pertanian Indonesia.

Bukan mau menjatuhkan lagi. Tapi, kalo teman-teman pernah lihat brosur yang diterbitkan Kementerian Pertanian Indonesia, entah itu dari Balai maupun Dinas, sungguh sangat sederhana sekali. Biasanya tampilan yang disuguhkan lebih berkutat pada teknis budidaya dan proses penanganan di lapangan. Kurang menonjolkan dari sisi keminatan konsumen. Yang disayangkan ada juga brosur-brosur yang dibuat masih menggunakan gambar-gambar jaman kamera masih pake cuci film di ruang gelap alias gambar scan-an sehingga resolusinya kecil dan pecah-pecah. Aku juga merasa bersalah sih, dulu pas praktek lapangan juga pernah membantu salah satu balai di Jawa Barat untuk mendesain brosur dengan tampilan serupa. Astaghfirullah….

Kritik buat membangun boleh lah ya. Semoga suatu saat nanti di Kementerian Pertanian kita lahir pegawai negeri sipil dengan jiwa-jiwa kreatif yang bisa meningkatkan harkat dan martabat komoditas pertanian lokal kita, bukan hanya buah-buahan, tapi bisa jadi komoditas perkebunan, pangan, dan sayur-sayurannya juga. Jangan jadi PNS yang ABS (Asal Bapak Senang). Jangan sampai para pengusaha buah Indonesia nantinya bikin Kementerian Pertanian tandingan karena miris lihat kondisi kementerian yang lamban menghadapi persaingan global. Hehehe…

Kita harus bisa memotivasi negeri ini untuk bangkit, masak iya sih mau kalah lagi dari Malaysia ?

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s