resensi

Bedebah !!


Jangan langsung ilfill begitu baca judul di atas, artinya memang kurang enak di dengar, tapi ada hal unik yang bikin aku tertarik dengan kata ajaib ini. ‘Bedebah’ seperti mesin penghancur. Mau ditengah orang baik dan jahat, ia tetap saja sesuatu yang tidak disenangi, frontal, berbeda, pemecah kebuntuan. Efek dari membaca buku edisi politiknya Tere Liye, imajinasi liarku bahkan berfikir, ditengah sistem di negara yang terlanjur bobrok dan carut marut ini, sepertinya menjadi bedebah adalah pilihan yang paling tepat dan prestisius. karena hanya sedikit orang yang berani menjadi bedebah.

Adalah Thomas namanya, tokoh utama dalam novel Negeri Para Bedebah. Ia seorang konsultan keuangan sekaligus pebisnis ulung. Sebagai konsultan, hidupnya lurus-lurus saja, dari satu seminar ke seminar, dari satu wawancara ke wawancara. Sampai pada akhirnya, hidupnya harus berubah 180 derajat akibat terjadi guncangan besar yang terjadi pada bisnis keluarganya. Skandal bisnis Bank Semesta milik Om Liem pamannya, yang juga mengancam keguncangan besar-besaran ekonomi negara.

Sebagai pribadi, Thomas bukanlah sosok yang melulu hidup formil di kantor, Ia punya kegemaran yang terkadang kita anggap tidak lumrah. Ia hobi mengendarai kapal motor, Ia hobi mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, dan yang paling gila, Ia juga hobi bertinju di club petarung. Thomas adalah pembelajar yang baik, ia cepat belajar terhadap segala hal, Ia adalah orang yang cakap dalam mengendalikan massa, menguasai orang, sampai membuat racun dari tanaman hias. Meskipun hobi-hobinya terlihat ‘kejam’, Thomas juga punya sisi-sisi romantis. Terutama dengan Julia, seorang wartawan muda yang cantik dan cerdas yang pernah mewawancarainya di pesawat saat penerbangan ke London. Mungkin Thomas menyukainya, entahlah.

BEDEBAH !! panggilan yang terlontar dari teman-teman club petarung saat melihat Thomas mengalahkan lawannya.
BEDEBAH !! panggilan yang terlontar dari mulut-mulut polisi bayaran yang berkali-kali gagal menangkap Thomas akibat kecerdikannya.
BEDEBAH !! panggilan yang terlontar dari dosennya saat Thomas masih kuliah. Dialah satu-satunya mahasiswa cerdas yang selalu mengkritisi dosennya namun bisa memberikan argumen yang lebih baik.

Negeri Para Bedebah menyodorkan konspirasi jahat yang penuh intrik, kejahatan dibalas kejahatan, penghianatan dibalas penghianatan. Thomas, ia telah terlanjur terperosok dalam lingkaran setan konspirasi sistem perekonomian kotor negara ini, ia terjebak dalam misi rahasia. Menyelamatkan perekonomian bangsa, sekaligus menyelamatkan aset keluarga.

Bersama Thomas, kau akan menemukan semacam pertarungan antara mimpi, imajinasi, logika, emosi dan realita. Kemungkinan-kemungkinan, serta berbagai praktek kotor penuh kepentingan. Entah yang terpaksa ia lakukan, atau sengaja orang-orang sekitarnya lakukan. Bersamanya kau benar-benar merasa menjadi ‘bedebah’, karena secara tidak sadar kau akan mendukung apa yang dilakukannya.

Hanya saja, jangan terlalu bangga menjadi ‘bedebah’ kawan. Tentu saja ini hanya novel, selalu saja terdapat unsur ke-lebay-an biar cerita menjadi lebih menarik. Kau masih punya Tuhan yang akan membuatmu terjaga atas norma-norma yang berlaku di kehidupanmu. Itu pun kalau kau memang masih percaya pada Tuhanmu.

Setelah membaca Negeri Para Bedebah, mungkin bagi kita, kata ‘Bedebah’ akan naik kasta, bahkan bisa jadi benar-benar menjadi cita-cita. Boleh saja kau ingin menjadi bedebah, tapi jadilah bedebah yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.

Maaf kalo resensinya tidak sesuai standar baku yang diterapkan oleh guru Bahasa Indonesia di sekolah,
Silakan baca sendiri novelnya biar lebih dapat feelnya !🙂

#pendobraksistem

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s