istimewa · liputan

Cari Inspirasi di Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat


6 Oktober 2013

Awalnya hanya pengen ketemu kawan lama, Mas Fuad Chandra yang sedang berada di Jakarta. Soalnya, selain sudah lama ga’ ketemu, penasaran aja bagaimana ya caranya dia bisa ikut pameran super besar di Jakarta Convention Center (JCC) tersebut. Keren aja menurutku.

GKPM

Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat ini diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra). Di sini dihadirkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa CSR, PNPM, MDG’s, PKBL, UKM, dan sebagainya. Berbagai unit usaha produktif masyarakat juga diperkenalkan di sini, baik yang berupa binaan Pemprov, Pemda, Pemkot, Perusahaan, maupun Yayasan. Nah, di Pameran ini ternyata dagangan Mas Candra merupakan salah satu unit usaha binaan Rumah Zakat.

Pameran Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat sebenarnya sudah berlangsung sejak tanggal 3 oktober 2013, hanya saja aku bersama beberapa teman IBD baru bisa hadir di sini pada tanggal 6 Oktober. Tapi Alhamdulillah, meskipun hanya sebentar banyak informasi berguna yang kami dapatkan.

Sampoerna, Pertamina, dan Badak misalnya, mereka memiliki program CSR yang berbentuk pengembangan UKM di daerah binaan mereka. Bukan sekedar menonjolkan produk yang dihasilkan oleh UKM, tetapi mereka menampilkan lebih kepada bagaimana cara pembinaan UKM itu sendiri. Selain diberikan modal untuk mengembangkan usahanya, perusahaan-perusahaan ini juga memberikan bimbingan berupa skill dan manajemen usaha kepada para mitra UKM binaannya.

20131006_115653

Berbeda dengan perusahaan, stand pemprov lebih banyak menonjolkan produk yang dihasilkan oleh provinsi tersebut, kesannya jadi cuma sekedar stand oleh-oleh daerah. Misalnya stand Sumatera Selatan, bukannya mempromosikan atau menceritakan mengenai karya pemberdayaan yang dibuat malah murni jualan pempek dan alat pemotong buah. Ketika ditanya tentang program bina masyarakatnya, petugas jaganya tidak tahu apa-apa ~busuk-busuk~ malu saya punya dinas pemprov yang begini. Perlu reformasi birokrasi nih. Beberapa stand pemprov yang lain juga pada kosong, karena sudah membubarkan diri lebih dahulu, sayang sekali.

Meskipun begitu, ada juga stand pemprov yang bagus dan menarik dalam memaparkan program bina masyarakatnya. Salah satunya stand Pemprov Kepulauan Riau. Provinsi ini menampilkan berbagai produk yang luar biasa, mulai dari coklat buah naga, pangsit buah naga, dodol rumput laut, sampai kaos petuah bijak khas Tanjung Pinang. Ibu Hanisah namanya, ia merupakan seorang pembina sekaligus pelaku UKM berprestasi di provinsi Kepri. UKM yang dibinanya bukan hanya memasarkan produknya di dalam negeri, bahkan beberapa produk sudah dipasok dan dijual ke Singapura dan Malaysia.

20131006_110916

Selain binaan Pemprov dan Perusahan, ada juga UKM binaan yayasan amil zakat, di acara Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat ini ada dua lembaga amil zakat yaitu Rumah Zakat dan Dompet Dhuafa. Rumah Zakat binaannya berupa usaha kecil bentuknya lebih ke perorangan, salah satunya milik Mas Chandra ini ‘CowChan Milk’. Di setiap wilayah biasanya ada satu usaha, mekanisme daftarnya adalah sudah jalan minimal satu tahun dan mengajukan proposal. Nanti usaha tersebut akan dinilai oleh tim Rumah Zakat terkait layak atau tidaknya, baru kemudian dijadikan mitra binaannya.

IMG-20131006-WA0019

Dhompet Dhuafa punya skema yang beda, unit usaha yang menjadi mitra merupakan UKM-UKM yang ada di daerah yang telah di seleksi oleh tim manajemen dompet dhuafa, baik di kota maupun di desa. Di sini Dompet Dhuafa punya anak perusahaan yang bergerak dalam community development, namanya PT Karya Masyarakat Mandiri. Dari anak perusahaan ini, Dompet Dhuafa akan mengirim seseorang yang bertugas sebagai promotor atau penggerak dari unit usaha tersebut, bisa dari warga lokal yang telah direkrut oleh Dompet Dhuafa maupun dari lulusan perguruan tinggi yang terpercaya. Orang yang ditugaskan ini haruslah memiliki integritas dalam community development.

Banyak juga hal lain yang kami dapatkan dari pameran ini. Aku baru tahu kalo buah mangrove bisa dibikin sirop dan makanan. Aku juga baru tahu ada teh yang setoples = satu hektar (teh putih) ~ harganya pun selangit. Aku juga baru tahu kalau buah naga bisa dibikin coklat, entah apa rasanya. Tapi, yang paling berkesan bagiku adalah bisa berkenalan dengan orang Papua. `Yeayyy… Dulunya aku takut banget lihat mereka, tapi setelah berkenalan dan mengobrol dengan mereka, aki jadi tahu kalau sebenarnya mereka orangnya sangat ramah. Save Papua, Love Papua.

20131006_145316

Memang ga’ rugi hadir di pameran Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat ini, banyak ilmu yang didapatkan, banyak jaringan yang didapatkan, sungguh menginspirasi😀

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s