istimewa

Muda Kaya Raya, Mati Masuk Surga


Pernah mendengar idiom itu ? mungkin gak sih ?

Sahabat, itu bukan mimpi lho, sudah banyak yang membuktikannya. Bahkan salah satunya panutan kita Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam. Sejak muda Rasulullah sudah mulai berdagang dan mandiri secara ekonomi. Pada saat Rasulullah menikah di usianya yang ke-25 tahun, ada 40 ekor unta merah yang dipersembahkannya sebagai mahar untuk meminang Khadijah Al Kubra, unta merah termasuk jenis unta termahal di Arab pada saat itu, bisa dibayangkan berapa besar uang yang dibutuhkan untuk membeli 40 ekor unta merah. Jika bisa dikategorikan sebagai mahar yang mewah pada sat itu, maka diusia mudanya Rasulullah sudah menjadi orang yang tergolong kaya atau bisa dibilang kemampuan ekoniominya telah lebih dari cukup.

Setelah menikah dengan Khadijah Al Kubra yang juga seorang pengusaha, maka Allah tambahkan kekayaan Rasulullah, namun pernahkah sahabat mendengar rasulullah hidup foya-foya dengan kekayaannya ? malahanyang kita dengar adalah Rasulullah hidup dengan sangat sederhana. Lalu dimanakah kekayaan yang ada tersebut ?

Kekayaan yang ada oleh Rasulullah semua digunakan untuk kegiatan dakwah : memberi sedekah, wakaf, pembangunan baitul mal, dll. Inilah makna dari judul artikel diatas “Muda Kaya Raya, Mari Masuk Surga”.

Kenapa harus kaya ? karena dengan kaya maka kita bisa banyak melakukan amalan yang tidak bisa dilakukan oleh orang miskin. Infak, zakat, sedekah adalah amalan yang Allah khususkan untuk orang-orang yang memiliki kecukupan atau lebih. Kenapa harus sedari muda ? karena pada saat muda energi yang kita miliki masih berada pada puncaknya, sehingga karya amalan yang dilakukan bisa lebih banyak dan bervariasi.

Menjadi kaya, tidak harus menunggu punya simpanan uang segudang, rumah gedongan, dan koleksi mobil mewah. Menjadi kaya adalah soal motivasi hidup. Ketika materi kita hanya ‘pas-pasan’, pas mau beli makan ada, pas mau zakat ada, pas mau sedekah ada, tapi kita merasa itu berlebih, maka kita adalah orang yang bermenta           lkafe

Sejatinya, dalam berusaha untuk menjadi kaya, harus ada motivasi yang kuat agar Allah semakin kayakan kita. “menjadi kaya agar bisa sering sedekah,” “menjadi kaya agar bisa memberangkatkan orang-orang naik haji,” dan lain sebagainya. Motivasi Akhirat akan lebih kuat dalam menyokong cita-cita.

jangan lupa ninggalin komennya ya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s